Agen Poker Online

CERITA DEWASA – ANNEKE BIDADARI TERLUKA

CERITA DEWASA – ANNEKE BIDADARI TERLUKA

 

Namaku Lisa, Belisa Lengkapnya, mungkin para pembaca sudah banyak yang famiLisar dengan saya.cerita ini merupakan episode terakhir dari kisah perjalanan hidupku dan Aneke.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi saat aku terbangun dari tidurku yang lelap, aku masih enggan untuk bangkit dari tempat tidur meski dering jam weker terus mengganggu telingaku.

“Uhh..!!” akhirnya aku bangkit juga dari tempat tidur, mengumpulkan tenagaku dan berjalan menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari Sabtu, aku belum mempunyai rencana untuk menikmati Weekend ini.

8

“Enaknya ngapain yach hari ini” pikirku mencari ide sambil menggosok gigi, usai gosok gigi dan mencuci muka aku berjalan ke meja riasku, masih belum menemukan ide.

 

Kutatap wajahku dari cermin riasku.

 

“Lisa.. Lisa.. Kenapa kamu belum punya kekasih?” gumamku sambil termenung di depan cermin, kubuka kancing gaun tidurku satu persatu sampai terbuka seluruhnya, kupandangi buah dadaku sendiri yang tersembul dengan puting yang coklat kemerahan, aku memang punya kebiasaan tidak pernah memakai bra saat tidur. Kuremas dua gunung kembarku itu dengan ke dua tanganku, sambil mataku tetap memandangi cermin.

 

” Hmm.. Lumayan besar dan sekal” gumamku.

 

Buah dadaku memang berukuran lumayan besar hingga aku harus selalu mengenakan bra ukuran 36 B, aku berdiri sambil terus mengagumi diriku sendiri dari cermin riasku, aku cukup tinggi untuk ukuran wanita indonesia, sekitar 167 cm dan berat badan 45 kg, akupun memiliki kulit yang putih mulus, tubuh yang seksi dan wajah yang cantik, tapi kenapa sampai saat ini aku masih takut untuk punya pasangan hidup, harus ku akui, aku masih sangat trauma dengan kejadian pemerkosaan yang aku alami beberapa waktu yang silam.

 

“Huh.. Masa bodo amat” pikirku.

 

Cukup lama aku mematut diriku di depan cermin, kuraba perutku yang mulus dan ramping, lalu kuturunkan tanganku ke bagian selangkangan, Kuelus vaginaku yang ditumbuhi bulu bulu halus..

 

“Ohh..” Hasrat birahiku melonjak menjalari seluruh tubuhku, kumain mainkan dengan jariku hingga cairan kewanitaanku membasahi bibir vaginaku.

 

Aku sudah tidak bisa mengontrol tanganku lagi saat itu, dengan posisi masih tetap berdiri, kunaikkan sebelah kakiku ke atas meja rias, lalu aku mulai memasukan salah satu jariku ke dalam lubang kemaluanku sendiri dengan perlahan.. Sangat pelan.. Sambil tetap memandangi tubuh telanjangku dari cermin di depanku, aku mulai memaju mundurkan jariku, ku kocok di dalam lubang vaginaku dengan lembut, makin lama makin cepat dan lebih cepat lagi.. Cairan kewanitaanku makin membanjiri seluruh dinding Liang vaginaku.

 

“Sshh.. Oughh.. Nikmat sekali..” tubuhku menggeletar hebat.

“Sshh.. Ohh..” aku mendesah panjang, mataku terpejam, merasakan getaran kenikmatan yang menjalari sekujur tubuhku, 10 menit aku melakukan masturbasi sebelum akhirnya tubuhku menegang.

“Ahh..” aku melenguh pelan saat telah mencapai orgasme, aku puas, gumamku menatap cermin.

 

Kubuka laci meja riasku, mencari tissue untuk menyeka keringat yang membasahi wajahku, tiba tiba selembar foto terjatuh, kuambil foto itu, aku tertegun sesaat sambil memandangi foto itu, foto saat aku dan Aneke sedang merayakan ulang tahunnya di perusahaan tempat kami bekerja dulu.

 

“Aneke.. Bagaimana hidupmu sekarang..?” tanyaku dalam hati, aku jadi teringat kejadian 8 bulan yang lalu, saat kami di perkosa dan di gagahi oleh Axle dan Paul, setelah kejadian itu Aneke langsung mengundurkan diri dari perusahaan, sepertinya dia mengalami trauma berat, dia tidak mau di hubungi oleh siapapun, termasuk olehku, berkali kali aku mencoba menelepon dan mendatangi rumahnya, tapi dia selalu mengelak dan berusaha untuk tidak menemuiku, kami kehilangan komunikasi sampai dengan saat ini.

 

Tiba tiba aku merasa sangat kangen kepada sahabatku itu, aku meraih handphoneku dan mencoba menghubunginya, berharap Aneke tidak mengganti nomor HP-nya.

 

“Hallo..!!” terdengar suara riang dan renyah dari ujung sana.

“Hai Aneke apa kabar?” seruku gembira, karena dia belum mengganti nomor HPnya, satu jam kami mengobrol dan saling melepas kangen, akhirnya kami sepakat untuk bertemu sore hari ini di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan.

 

Hampir jam 6 sore dan kami sudah ngobrol cukup lama saat Aneke memohon aku untuk ikut dengannya menghadiri acara pesta seorang rekanan kerjanya.

Cerita Dewasa

“Kak Lisa.. Ikut yaa.. Aneke mohon please..” pinta Aneke dengan gaya kekanakannya, akhirnya aku mengangguk mengiyakan.

“Ya sudahlah.. Aku juga tidak punya acara hari ini” jawabku yang langsung di sambut dengan sorak riang Aneke.

 

Acara itu sendiri diselenggarakan di sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Pusat, Aneke saat itu mengenakan gaun pesta panjang warna hitam dengan motif ukiran cina, Aneke terlihat makin cantik dengan gaun itu, apalagi gaun itu lumayan ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi, sementara akupun mengenakan gaun biru panjang tanpa lengan dengan selendang biru muda transparan yang aku lingkarkan di pundakku.

 

“Heii.. Gimana, sudah beres semua?” tanya Aneke ke beberapa orang laki-laki yang ada di depan lobi hotel.

“Beres Bu.. Semuanya lancar” jawab seorang dari mereka.

 

Terus terang aku tidak mengerti dengan pembicaraan mereka, tapi pasti berkaitan dengan acara pesta, kan Aneke event organizernya.. pikirku, sebelumnya Aneke memang bercerita bahwa saat ini kegiatannya adalah menjadi event organizer untuk acara para konglomerat.

 

Kami sudah berada di dalam hall hotel tersebut, dan kami ikut hanyut dalam suasana pesta yang berkesan aristokrat, ada sekitar kurang lebih 60 orang laki laki dan perempuan yang berada di ruangan besar ini,mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing, makan, minum, ngobrol dan lain lain sambil diiringi alunan musik yang lembut, maklum, rata-rata mereka sudah berusia kurang lebih 40 tahunan.

 

Kusapukan pandanganku ke sekitar ruangan besar itu, sambil meminum segelas wine, Aneke memang pintar mengemas acara pesta, semuanya tampak sangat mewah dan terorganisir pikirku. Lalu Aneke menyempatkan diri mengenalkanku ke beberapa orang yang kebetulan lewat di depan kami.

 

“Selamat malam nona Aneke..” tegur seorang laki-laki paruh baya.

“Eh Pak Yos.. Maaf saya datang agak telat.. Kenalkan ini sahabat saya.” jawab Aneke sambil tersenyum ramah kepada laki laki itu yang ternyata adalah si empunya acara pesta tersebut.

“Lisa..” ujarku mengenalkan diri sambil mengulurkan tangan.

“Kamu cantik sekali Lisa..” jawab Pak Yos memujiku sambil tersenyum ramah, aku langsung mengucapkan terima kasih atas pujiannya tersebut. Lalu seorang laki-laki datang ke arah kami.

 

“Hallo, selamat malam semua, acara utamanya sudah akan di mulai, silahkan ambil tempat masing masing..” sapa orang itu sambil tersenyum.

“Ini Pak Pri.. Dia penanggung jawab acara ini”, ujar Pak Yos sambil mempersilakan kami mengikutinya.

 

Kami duduk di salah satu meja dan menyaksikan dan mendengarkan lagu lagu yang dinyanyikan oleh beberapa penyanyi yang cukup terkenal. Aku masih duduk sambil memegang gelas wine, kepalaku sudah terasa agak berat dan pusing akibat terlalu banyak menenggak minuman tersebut, tak lama kemudian aku pun permisi untuk ke toilet.

9

“Ke.. Aku ke toilet dulu yach..” ujarku sambil berdiri.

“Aneke temenin deh..” jawab Aneke menawarkan diri.

 

Aneke sibuk merapikan gaunnya, sementara aku masih memperhatikan wajahku di depan cermin toilet, kepalaku terasa makin berat akibat pengaruh wine tersebut.

 

“Aduh.. Kayaknya aku kebanyakan minum wine nih Ke..”, ujarku setengah menyesal kepada Aneke.

Judi Bola Indo

 

Kami sudah akan ke luar dari toilet saat tiba tiba muncul dua orang laki-laki dan langsung masuk ke dalam ruangan toilet, kebetulan saat itu memang hanya kami berdua yang berada di toilet tersebut.

 

“Eh.. Bapak-Bapak salah masuk..” ujarku bingung, karena yang masuk itu Pak Pri dan Pak Yos, sementara Aneke hanya diam saja sambil tersenyum ke arah mereka.

“Tenang Lisa.. Kita cuma mau mencicipi tubuh kamu yang seksi itu kok” ujar Pak Pri sambil mendekatiku dan berusaha meraih tubuhku, sementara Pak Yos mengunci pintu toilet dari dalam, seketika itu juga aku tersurut mundur berusaha mengelak dari terkaman Pak Pri. Hingga akhirnya tubuhku tertahan oleh washtafel yang berada di belakangku.

 

“Apa apaan ini.. Aneke.. Hentikan mereka..!!” jeritku sambil berusaha mendorong tubuh Pak Pri yang saat itu sudah mendekap dan menggumuli tubuhku, sementara tangannya sibuk berusaha menyingkapkan belahan gaunku, saat itu aku memang mengenakan gaun panjang yang belahannya sampai ke pangkal pahaku. Tak lama setelah itu, Pak Yos dan Aneke mendekatiku, mereka membalikan tubuhku dengan paksa hingga posisiku tengkurap di atas washtafel.

 

“Hentikan.. Aneke.. Mau apa kalian..!!” jeritku sambil berusaha meronta dari himpitan tubuh Pak Pri yang menindihku dari atas, sementara Pak Yos memegangi kedua tanganku dengan erat sambil berusaha menciumi bibirku.

“Mmh.. Jangann.. Mmhh.. Hentikan.. Aneke..!!” jeritku di sela sela mulut Pak Yos yang sedang mengulum bibirku, saat kurasakan jari Aneke mulai membuka resleting gaunku, lidah Pak Yos masih bermain-main di dalam mulutku saat Aneke yang di bantu Pak Pri berusaha melepaskan gaunku, mereka menariknya dengan paksa melewati kedua tanganku, sehingga gaun bagian atasku merosot hingga sebatas perut.

 

“Bajingan kalian.. Brengsek..!!” teriakku sambil terus berontak dari himpitan ke tiga orang itu, tapi sepertinya mereka sudah tidak peduli dengan jeritanku, Aneke malah sudah melepaskan braku yang tanpa tali, sehingga kini buah dadaku terbuka dan menggantung tanpa penutup apapun, aku melenguh pelan, menahan sakit saat Pak Yos mulai meremas remas buah dadaku dengan kasar, mulutnya mulai mengulum bibirku kembali sambil sesekali menggigit bibirku yang mungil, sementara Aneke menjambak rambutku dan menariknya ke atas sehingga kepalaku menjadi terdongak dan tidak dapat mengelak dari mulut Pak Yos yang sedang mengulum bibirku dengan beringas.

 

“Jangann.. Jangann.. Lakukan itu.. Lepaskan saya.. Biadab kamu Aneke..” jeritku panik saat Pak Pri mulai melolosi celana dalamku, aku berusaha menendangkan kakiku saat kurasakan celana dalamku ditarik paksa melewati lututku, betisku dan akhirnya lepas dari ke dua kakiku, kemudian Pak Pri mulai memposisikan tubuhnya tepat di belakang tubuhku, aku tidak dapat melihatnya karena posisi tubuhku masih menelungkup sementara Pak Yos memegangiku dengan erat, tapi aku bisa mendengar Pak Pri menurunkan resleting celananya, dan mulai memain-mainkan ujung kemaluannya di bibir vaginaku.

 

“Jangan.. Perkosa saya.. Saya mohon..” keluhku lemah sambil memejamkan mataku, aku mulai menangis saat itu, sementara Pak Yos masih saja menciumi seluruh wajah dan leherku sambil satu tangannya meremas remas buah dadaku, dia sepertinya sama sekali tidak merasa iba melihatku menangis. Aku mendengar Pak Pri mulai mendesah sambil sesekali melenguh panjang, tapi aku tidak merasakan sesuatu menyentuh bagian selangkanganku, merasa penasaran, kupaksakan kepalaku menoleh ke arah samping.

 

“Astaga.. Aneke kamu sudah gila..!!” seruku saat kulihat Aneke sedang mengoral batang penis Pak Pri sambil sesekali mengocoknya dengan tangannya yang mungil itu, Aneke hanya menoleh dan tersenyum ke arahku, sepertinya dia sangat menikmati permainan itu, rambutnya yang panjang sampai tersibak saat Aneke menaikturunkan kepalanya dengan cepat,mengocok kemaluan Pak Pri di dalam mulutnya, aku makin terperangah saat kulihat Aneke berjongkok membelakangi tubuh Pak Pri yang duduk di atas lantai, lalu Aneke menyibakkan belahan gaun hitamnya dan menyingkapkan celana dalamnya, kemudian tangannya memegang batang penis Pak Pri dan membimbingnya masuk ke dalam Liang vaginannya, sementara Pak Pri memegang pinggang Aneke yang saat itu sedang menurunkan tubuhnya dengan perlahan di atas pangkuan Pak Pri.

 

“Ahh.. Sshh..” Aneke mendesah panjang saat batang penis Pak Pri amblas seluruhnya ke dalam Liang kemaluannya, Aneke sempat menaik turunkan tubuhnya beberapa kali, lalu tiba tiba dia berdiri dan menghampiriku.

“Kak Lisa nggak perlu takut.. Enak kok..” ujar Aneke sambil tertawa kecil dan membelai rambutku, ingin rasanya kutampar wajah Aneke saat itu juga, tapi tanganku masih di pegangi dengan erat oleh Pak Yos.

 

“Jangan.. Jangan.. Dimasukin.. Sakitt..!! Hentikan..!!” jeritku saat kurasakan Liang vaginaku mulai dijejali oleh batang kemaluan Pak Pri, rupanya saat itu Pak Pri sudah berada di belakangku, dia menyingkapkan gaunku dan mulai berusaha memasukkan kemaluannya ke dalam lubang vaginaku.

 

“Sakitt.. Lepaskan..!!” jeritku parau, aku mencoba menggerakkan pantatku ke kiri dan ke kanan saat batang kemaluannya mulai menyeruak masuk, aku berusaha mengelakkan batang penisnya dari vaginaku, tapi gerakanku tertahan karena dengan sigap Pak Pri memegang dan menahan pinggulku, sementara Aneke membimbing batang penis Pak Pri dengan tangannya dan mengarahkannya masuk ke dalam Liang kemaluanku.

 

“Arghh.. Sakitt.. Ouhh..!!” aku melenguh lemah menahan sakit saat kemaluan Pak Pri menghunjam masuk menggesek seluruh dinding Liang vaginaku, dan aku kembali menjerit saat Pak Pri mendorongkan tubuhnya membuat seluruh batang penisnya tertanam di dalam lubang kemaluanku.

 

“Lepaskan.. Perihh..!!” gumamku lirih saat Pak Pri mulai memompa vaginaku, makin lama gerakannya semakin cepat, sehingga tubuhku pun ikut terguncang guncang mengikuti gerakan tubuh Pak Pri yang bergerak maju mundur. Aku merasakan batang penisnya seperti menggerus gerus dinding vaginaku saat kemaluannya bergerak maju mundur, sehingga menimbulkan rasa perih dan sakit di seluruh Liang kemaluanku.

 

“Benar kan Aneke bilang.. Walaupun sudah tidak perawan lagi tapi dia masih sempit kan Pak..!!” ujar Aneke kepada Pak Pri, Pak Pri hanya melenguh, tidak menjawab komentar Aneke.

 

Aku memang sudah tidak perawan lagi akibat pemerkosaan yang aku alami dulu, tapi sejak kejadian itu aku tidak pernah lagi berhubungan badan dengan siapapun, paling paling aku hanya melakukan masturbasi, sehingga vaginaku masih tetap sempit dan terasa sakit saat batang penis Pak Pri menerobos masuk ke dalam lubang kemaluanku.

 

Pak Pri masih terus memompa vaginaku, sementara aku hanya bisa pasrah dan menangis merasakan sakit dan perih saat kemaluanku di obrak abrik oleh batang penis Pak Pri, tubuhku sudah sangat lemah saat Pak Yos mulai melepaskan pegangan tangannya dari ke dua tanganku dan mulai menggumuli tubuh Aneke, ku lihat Pak Yos sudah melepaskan gaun yang di kenakan Aneke, menelanjanginya lalu meremas remas buah dadanya sambil menciumi bibir Aneke, Aneke pun langsung membalasnya dengan sangat bernafsu, akhirnya mereka pun bersetubuh di samping tubuhku yang sedang di perkosa oleh Pak Pri

 

“Keparat Aneke.. Dia sengaja menyerahkanku ke orang orang biadab ini” pikirku.

 

Tiba tiba kudengar Pak Pri mendengus keras sambil menghentakkan pantatnya dengan keras ke arah depan sambil tangannya mencengkeram pinggangku dengan erat,aku sudah tidak dapat meronta lagi saat itu, aku hanya bisa menangis dan memejamkan mata saat Pak Pri mengeluarkan seluruh cairan spermanya di dalam lubang vaginaku, kurasakan cairan hangat menyembur, mengisi dan membanjiri Liang kewanitaanku.

 

“Terima kasih Lisa.. Rasanya nikmat sekali menggagahi kamu..” ujar Pak Pri sambil tertawa penuh kemenangan, bersamaan dengan itu kulihat Aneke tiba tiba menghentikan aktivitasnya, dia melepaskan batang penis Pak Yos dari Liang vaginanya dan menyuruh Pak Yos mengambil posisi di belakang tubuhku, lalu Aneke mengoral dan mengocok kemaluan Pak Yos, kemudian Aneke mengarahkan batang penis Pak Yos ke Liang vaginaku sambil tetap mengocoknya dengan cepat sampai Pak Yos mencapai orgasme, membuat seluruh cairan spermanya menyembur keluar dan membasahi bibir kemaluanku.

 

Aku merasa malu dan amat terhina di perlakukan seperti itu oleh mereka, aku memandang Aneke dengan perasaan sangat marah.

 

“Kejam sekali kamu Ke..!! Kamu sengaja mau membuat Kak Lisa hamil..?” seruku geram.

“Saya memang dendam sama kamu.. Kak Lisa..!! dulu.. Waktu saya di perkosa, Kak Lisa tidak berusaha menolong saya” ujar Aneke ketus.

“Tapi.. Aneke.. Saat itu Kak Lisa juga di perkosa..!!” jawabku bingung sambil berusaha berdiri, tapi tiba tiba Pak Yos menyergapku dari belakang, dia memelukku dan membalikan tubuhku sehingga posisiku menjadi terlentang menghadap tubuhnya.

 

Pak Yos dengan sigap langsung menindihku sambil tangannya berusaha memasukan batang penisnya ke dalam Liang vaginaku yang telah basah oleh cairan sperma Pak Pri dan spermanya.

 

“Jangann..!!” jeritku, saat Liang kemaluanku kembali di terobos dengan paksa..

 

Sementara itu Aneke tampak tertawa puas melihat aku kembali di perkosa oleh mereka, sudah beberapa kali Pak Pri dan Pak Yos bergantian menggarap tubuhku, sampai akhirnya mereka puas dan meninggalkanku sambil tertawa penuh kemenangan karena berhasil mengerjai tubuhku, Aneke sempat melirik dan tersenyum ke arahku sebelum akhirnya dia pun ke luar mengikuti kedua orang itu.

10

 

Aku masih tergolek lemas di atas washtafel toilet, seluruh tubuhku terasa pegal dan sakit, tapi aku tetap mencoba untuk berdiri walaupun rasa perih dan ngilu masih mendera di sekitar selangkanganku, kuraih braku yang teronggok di samping washtafel dan mengenakannya sambil membetulkan gaun bagian atasku yang tadi dilolosi oleh mereka. Aku telah membersihkan cairan sperma Pak Pri dan Pak Yos yang melekat di sekitar selangkanganku, lalu mengenakan celana dalamku kembali saat tiba tiba seorang office boy masuk dan kemudian memaksaku untuk melayani nafsu bejatnya, aku sudah tidak punya kekuatan lagi untuk menolaknya, aku hanya bisa diam dan pasrah saat office boy itu menghunjamkan batang penisnya dan mulai memompa Liang vaginaku dengan kasar.

 

Hari itu aku di perkosa oleh tiga orang termasuk oleh office boy itu yang ternyata mengaku kalau dia di suruh oleh mereka.

 

Semua perlakuan keji itu memang telah di rencanakan oleh Aneke, tapi aku masih tidak mengerti kenapa Aneke tega menjebakku seperti itu, dan tentu saja aku sangat tidak terima dengan semua perbuatannya.

 

Suatu saat nanti, akan kubalas semua perbuatannya terhadapku..!

E N D

 


Agen Poker Online

Nikmati Hot Promo Dari BISNISPOKER.COM :
*Bonus Deposit 5%
*Bonus Rollingan Sebesar 0.2%
*Bonus Refrensi Sebesar 10%
*Minimal Depo WD Rp.10.000,-

Contact us :
– LiveChat: BISNISPOKER.COM
– Pin BB : 5BFB75BD
– LINE : BISNISPOKER
– No Hp : +85592678615

#Agen Poker Terpercaya
#Agen Poker Online
#Agen Domino Kiukiu
#Agen Domino Online
#Bandarkiu Online
#Agen Domino
#Agen Poker
#Agen Capsa
#Daftar Poker Online

This Post Has Been Viewed 451 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *