Agen Poker Online

Cerita Dewasa – Weekend Sex Party Part 3

Cerita Dewasa – Weekend Sex Party Part 3

Bonus Chapter: Eksekusi Dinda (Part 2: Main Course)

Dinda Fitriani Anjani kecil yang masih duduk di bangku SMP terbangun menjelang tengah malam. Tadi siang dia bekerja keras menjadi pagar ayu di pernikahan kakak perempuannya, dan juga membantu keluarganya di resepsi ala rumahan yang tanpa EO dan berlangsung sampai sore. Sehingga selepas maghrib Dinda tidur begitu saja setelah membersihkan make-up dan berganti baju. Terlewat makan malam, gadis cilik itu sekarang bangun dengan perut lapar.

Tapi rasa laparnya hilang seketika begitu telinganya mendengar sesuatu yang aneh dari kamar di sebelahnya. Kamar kakaknya sang pengantin baru. Dinda mendengar suara yang dia yakini berasal dari kakaknya, tapi dengan nada yang tidak pernah dia dengar sebelumnya.

Seperti campuran antara suara mengaduh dengan suara yang kakaknya sering keluarkan ketika keenakkan dipijat Dinda. Entah kenapa suara itu seperti memicu insting terdalam Dinda, membuatnya penasaran setengah mati dan melupakan rasa lapar di perutnya.

Dengan jantung berdebar, Dinda memanjat meja belajarnya, mengintip melalui celah antar kamar yang waktu kecil sering mereka gunakan untuk saling melempar ular-ularan karet. Dinda tak tahu, pemandangan yang akan dia lihat akan mengubah hidup gadis sederhana dari pinggiran kota kecil itu untuk selamanya.

Begitu sadar dari lamunan masa kecilnya, Dinda sudah mendapati dirinya terduduk di tengah ranjang. Dengan tiga lelaki dari kantornya mengelilingi tubuhnya yang telanjang bulat, kecuali kepalanya yang masih tertutup jilbab. Itupun sudah lepek oleh keringat dan belepotan sperma. Wajah cantiknya yang juga belepotan sperma memandang tiga kontol yang mengacung keras di depan mukanya. Benda yang sekarang sudah sangat familiar baginya.

Film Dewasa | Film Bioskop | Film Bokep

Benda yang dimiliki oleh Anto, pria spesial di hatinya dan juga dimiliki oleh seluruh pria di dunia ini. Dan Dinda, gadis cilik nan polos itu sekarang tumbuh menjadi gadis yang menginginkan semua kontol di dunia ini untuk mengisi lubang-lubang nikmatnya, dan menginginkan tangan-tangan kasar mereka untuk menggerayangi tubuh ranumnya.
Hammmpphhhhhfhhhhhspppplllrrff Dinda melahap kontol hitam di depannya, tak peduli punya siapa. Mengulangi sesi blowjob sebelumnya, Dinda mengulum satu kontol bergantian sementara kedua tangannya mengocok dua kontol sisanya. Bedanya sekarang Dinda jauh lebih agresif, seolah-olah kelaparan ingin melahap semua kontol yang disajikan.
Ceu, mau kontol? tanya Reza
Mauuu…Hssslurrpppppcpppptt jawab Dinda diantara sedotan dan kocokannya
Mau dientot?
Iyarghhhghfhfhghghggh
Apa? Keluarin dulu atuh kontolnya dari mulut
Phuaahhh…Iiyaaa mauuu! jawab Dinda dengan nada seperti anak kecil merajuk minta permen
Dientot di manaaa? timpal Ari dengan muka mengejek
Memek akuuu…Plis masukin kontol ke memek akuuu! Dinda meceuak menatap ke arah tiga pria dengan tatapan memohon.

Sesuai janji para pria, sekarang saatnya menu utama. Dinda sudah dipuaskan oleh appetizer sebelumnya. Formasi lingkaran kontol itu bubar, dan seorang yang berada dibelakang Dinda mendorong gadis itu hingga menungging.
Aahhh! Aduh!
Dinda mengaduh diperlakukan seperti itu. Sekarang gadis itu pasrah bertumpu pada siku dan lututnya. Dinda menurut saja ketika pria di belakangnya menaikkan pantatnya sehingga tubuhnya semakin menungging. Segera dirasakannya ada sesuatu yang menggelitik bibir kelaminnya yang sangat basah. Tapi bukan jari. Dinda hafal betul dengan sensasi ini.
Ah si Dinda mah hanjakal euy awewe teh. Geulis-geulis beuki kontol Dinda mendengar ejekan Jejen di belakang tubuhnya, yang hanya menggesek-gesek bibir memek Dinda dengan kepala kontolnya
Masukin aja Mas Jejennn pinta Dinda lirih
Naooooonn? tanya Jejen pura-pura tak mendengar dengan ekspresi menyebalkan
Masukiiiiiiin kontolnyaaaaaahhh! Akku pengen dientot iiiih! teriak Dinda frustrasi
Para cowok tertawa terbahak-bahak mendengar Dinda putus asa
Cup cup cup, tong ceurik geulis goda Jejen seperti menenangkan anak kecil yang merajuk, lalu setelahnya…BLESH!
Ngrahhhhkkkhhhhhh! Dinda mengerang keras ketika kontol kokoh Jejen menghujam memeknya
Enaaakkkk neng Dindaaaa?
Enak..Ahhh…Bbangeettt..Shhhh
Gerak moal yeuh?
Gerakiiinnn…Yang kencengh Mas Jejennhhhh…Ahhh!
Jejen mulai mengocok memek Dinda dengan brutal, membuat gadis itu melenguh dan menjerit-jerit nikmat. Matanya terpejam erat menikmati genjotan kontol Jejen di memeknya. Hingga terdengar suara
Ceu, buka matanya coba

Tahu-tahu di depan mukanya sudah ada satu kelamin pria lagi yang mengacung tegak. Dinda memandang ke atas melihat tampang jelek Reza yang menyeringai lebar.

Tanpa protes Dinda pun melahap kontol Reza, dan sekarang lengkap sudah, Dinda ditusuk depan belakang. Jejen lalu menggenjot memek Dinda dengan semakin brutal, setiap sodokan membuat wajah Dinda semakin terbenam dalam selangkangan Reza.
Grrggglllhhllpppppgrrrrgggggghhhh lenguhan Dinda tertahan sumbatan kontol dalam mulutnya
Serangan ketiga dimulai oleh Ari yang merebahkan dirinya kemudian menggeserkan kepalanya ke bawah tubuh Dinda. Seperti montir yang masuk ke bawah kolong mobil. Tapi bukan untuk ganti oli, Ari mencucup payudara Dinda yang menggelantung indah dan berguncang hebat seiring sodokan Jejen di memek Dinda. Puting susu Dinda yang berwarna coklat muda sudah mengeras sempurna, Ari tinggal menjulurkan lidahnya menyapu puting itu yang maju mundur dengan sendirinya. Terasa asin karena keringat oleh Ari, dan terasa sangat nikmat bagi Dinda. Apalagi ketika Ari mencaplok seluruh bukit susunya dan menyedot-nyedotnya seperti bayi.

Uoohhh…Anjing! Ngempot…Sempit..Awe..we..Bangor…Siah…Dinda! Jejen meracau diantara genjotannya dan PLAK! Jejen menampar pantat Dinda membuat gadis itu memekik sakit-sakit nikmat, tapi tertahan kontol Reza dalam mulutnya.

Diserang gencar seperti itu tentu Dinda tak tahan. Tubuhnya yang terpontang-panting antara tiga lelaki menegang, bersiap menyambut ledakan birahi yang segera tiba. Dan mata indah Dinda membelalak ketika gelombang kenikmatan akhirnya menyapu seluruh tubuhnya. Di saat bersamaan Reza mencabut kontolnya sehingga Dinda bisa menjerit keras meluapkan klimaks pertamanya dalam sesi main course ini.
A-a-akkuuu k-kke…Nggggraaaaaaaaaaaahhhhh! jerit Dinda sambil mengejang
Anjing yeuh memek banjirrrrr! geram Jejen merasakan kontolnya disiram cairan kewanitaan Dinda yang membanjir seiring orgasme gadis itu.
Tubuh Dinda tersentak-sentak tanpa kendali, seluruh tubuhnya seperti dialiri listrik ribuan volt. Sensasi klimaksnya kali ini jauh lebih dahsyat daripada waktu sesi foreplay tadi. Hingga setelah beberapa lama akhirnya aliran listrik itu hilang dan tubuhnya kehilangan tenaga. Ari menarik kepalanya tepat waktu sebelum tubuh Dinda ambruk, siku gadis berjilbab itu sudah lemas tak mampu menahan tubuhnya yang kembali digenjot Jejen tanpa ampun.
Mas Jejennnn…Udahhh…Aku…Memek aku udahh…Baru ajahh-Ahhhh! Dinda melenguh lirih, wajahnya yang sudah berantakan menempel di atas sprei kasur.
Jejen tahu kalau Dinda sudah mencapai puncak kenikmatannya tapi ia tidak berniat membiarkan gadis itu istirahat. Tidak sampai dia menyiram rahim gadis itu dengan benihnya. Pria buruk rupa itu mendengus seperti babi hutan dan mulai menggenjot Dinda dengan tusukan-tusukan panjang. Gadis itu sudah terjerembab di kasur, tangannya hanya bisa meremas kain sprei dengan kuat. Dinda melenguh-lenguh pasrah menikmati rasa yang menjulur di seluruh tubuhnya.

Streaming Bokep | Download Bokep | Nonton Bokep

Tanpa ada rehat dari orgasme sebelumnya, kenikmatan yang dialami Dinda semakin naik, naik, dan siap meledak lagi.
Jen, kayaknya si Dinda mau keluar lagi tuh lapor Reza setelah mengamati bahasa tubuh Dinda
Nyaho aing ge…Ugghhh! Ngempotna ajibb beuhhh! Jejen mengelap keringat di dahinya
Crot di dalem Jen, abis itu kita gantian ujar Ari yang dibalas anggukan Jejen yang tampak semakin kepayahan menahan ejakulasinya hingga akhirnya dia memaki dengan suara menggeram
Anjing!

CROTT! Cairan putih kental menyembur deras dari ujung kontol Jejen, langsung menyirami rahim Dinda.
Sensasi semburan cairan hangat itu memicu serangkaian proses dalam sistem syaraf Dinda, yang bereaksi dalam sepersekian detik mengalirkan hormon pemicu euforia ke seluruh tubuhnya. Dinda kembali dilanda orgasme dahsyat seiring sang pejantan menanam benih di tubuhnya.

Tak peduli pejantan itu adalah Jejen yang hitam dan buruk rupa, yang hobi menggoda perempuan di kantor dengan rayuan basi dan kampungan. Tapi sekarang kontol Jejen sudah mengaduk-aduk memek Dinda dan membuktikan kejantanannya.
Hhhh-Oohhhhhhhh! Dinda melenguh panjang sambil membelalak, tangannya mencengkram sprei erat-erat
Nghh! pekikan kecil terdengar ketika Jejen mencabut kontolnya dari gua Dinda yang banjir berbagai jenis cairan.

Sementara Jejen beristirahat, Reza dan Ari mengamati dari dekat memek Dinda yang habis digempur Jejen. Gadis itu masih menungging, masih sesekali tersentak-sentak merasakan sisa-sisa klimaksnya.
Za, liat yeuh. Nyemprot keluar gitu dikit-dikit tunjuk Ari
Terlihat jelas dari luar memek Dinda tampak berkedut-kedut. Sesekali kedutan itu menyemprotkan cairan cinta bercampur peju Jejen seperti gunung berapi. Melihatnya, timbul ide di kepala Reza
PLAK!

Terdengar Dinda mengaduh saat Reza menampar pantatnya, dan di saat bersamaan memek Dinda kembali memuntahkan cairan dari dalam. Mendapat mainan baru, tanpa belas kasihan Ari dan Reza menampar-nampar pantat Dinda memicu erupsi dari memek Dinda. Lenguhan dan erangan Dinda yang meminta mereka berhenti tak diindahkan.
Jen! Liat nih, memek si Dinda bisa muncratin peju kayak kontol! seru Ari menunjuk memek Dinda yang terus memuncratkan peju Jejen yang tadi baru disetor ke sana.

Hingga tenaga Dinda sedikit pulih sehingga ia bisa bangkit dan segera berbalik melindungi pantatnya
Udah ih kalian mah! Sakit tau! seru Dinda dengan cemberut, tapi Reza dan Ari hanya tertawa yang membuat Dinda semakin manyun.
Udahlah Ceu, jangan cemberut gitu sayang…Yuk kita enjut-enjutan lagi rayu Reza
Ogah! tolak Dinda sambil membuang muka
Wah, jual mahal nih cewek! seru Ari

Iye nih, harus ditangkep dulu ini mah…Rrragh! Reza tiba-tiba meloncat ke arah Dinda, membuat gadis itu menjerit tapi masih bisa menghindar.
Sambil tertawa-tawa Dinda mencoba menghindar dari kejaran Reza sebisanya dengan merangkak melingkari kasur king size itu. Reza mengejar di belakang diikuti Ari. Sementara Jejen hanya menonton di tengah.
Kena! teriak Reza setelah berhasil menangkap Dinda
Kyaa! Ahahhahahhha!

Dinda tertelungkup di atas kasur dengan Reza menindihnya. Setelah derai tawa mereka habis, dengan nafas masih sedikit terengah-engah, Reza berujar sesuatu di telinga Dinda.
Ceu, sekarang jatahnya gua sama Ari. Lo mau gak kita DP?
Hah? Di-DP? Kayak biasa Mbak Eci? Waduh…
Kenape? Lo bukannya pernah dianal Jejen dulu?
Iiya sih, tapi udah lama…Apalagi kalo depan-belakang aku belom pernah
Makanya nyobain sekarang, kapan lagi coba?

Jantung Dinda berdebar kencang. Dia akan merasakan sebuah sensasi baru. Sekaligus pencapaian baru dalam kehidupan seksnya. Semakin lama gadis itu semakin binal saja. Debar jantungnya saat ini mengingatkan masa lalunya. Hari itu sobat karib Dinda di SMA membawa kabar. Ada warnet baru di kota kecamatan. Bedanya dengan yang sudah ada, warnet satu-satunya yang mereka tahu, adalah warnet baru itu punya bilik tertutup dan juga tidak memblok situs aneh-aneh. Penasaran, pulang sekolah mereka menyempatkan diri mampir ke sana.

Bokep Barat | Bokep Hentai | Film Seks

Walaupun harus menempuh perjalanan cukup jauh dari sekolah. Setelah berhaha-hihi mengecek dan mengupdate status alay mereka di facebook, keduanya dengan jantung berdebar mencoba mencari sesuatu yang anak laki-laki sekelas mereka sebut bokep. Namanya internet, dua remaja desa yang gaptek sekalipun bisa mengakses konten terlarang dari belahan dunia lain. Mereka hanya mengharapkan adegan seperti yang biasa mereka lihat di film-film hollywood. Tapi yang mereka lihat lebih dari itu. Adegan ekstrim tanpa sensor, tanpa penghalang, dengan alat kelamin yang di-zoom dari jarak dekat. Teman Dinda tak kuat melihatnya dan menutup wajahnya dengan tangan, tapi Dinda malah memandang tak berkedip ke arah pemandangan di layar.

Debaran jantungnya saat itu adalah kombinasi dari rasa takut, takjub, penasaran, sekaligus bahagia. Setelah beberapa tahun sebelumnya menyaksikan sendiri hubungan antara pria dan wanita dewasa di rumahnya, Dinda semakin penasaran dengan seks. Hanya karena lingkungan dan keluarga yang melindungi dirinya dari liarnya dunia modern, Dinda kecil masih bisa tumbuh sebagai gadis polos.

Jadi siapa yang dapet belakang? tanya Ari memecah lamunan Dinda
Ya masa si Jejen lagi, jadi gue aja Ri. Lo dapet memek
Okeeh!
Setuju gak Dinceu? Bool lo buat gua ya
Pelan-pelan tapinya ah, jangan bikin sakit rajuk Dinda manja
Yee pasti sakit dikit awalnya, udah ayo mulai
Ari berbaring telentang di ranjang. Dinda memposisikan tubuhnya di atas selangkangan Ari. Perlahan, dia menurunkan tubuhnya hingga kontol Ari melesak menembus memek legitnya.
Nghhh… Dinda mendesah pelan sambil memejamkan mata

Akhirnya batang Ari sudah mentok di dalam gua basah Dinda. Tapi posisi cowgirl ini bukanlah tujuan utama Dinda. Perlahan sambil menggigit bibir gadis itu memiringkan tubuhnya ke depan, semakin lama semakin sejajar dengan tubuh Ari. Berhati-hati agar kontol Ari tidak lepas lagi, Dinda pun sekarang menindih tubuh Ari. Payudara kenyal dan sekalnya menempel di dada berbulu Ari, memberi sensasi empuk-empuk hangat.
Reza memandang puas ke pemandangan indah di depannya. Pantat Dinda terangkat, memperlihatkan lubang anusnya sementara di bawahnya tampak memek Dinda yang sudah tersumpal kontol Ari. Sekarang saatnya. Double Penetration pertama buat Dinda.

Dinda menelan ludah ketika dia merasakan jari Reza di anusnya. Lalu jari itu berganti dengan ujung kontol ketika Reza sudah memposisikan tubuhnya di belakang pantat Dinda.
Ri, mending lo panasin si Dinda dulu ujar Reza
Siap!
Panasin? Emang aku mo- Ahh! Dinda melenguh ketika Ari menggerakkan pinggulnya naik turun hingga kontolnya mulai memompa memek Dinda. Terangsang, gadis itu ikut mencari kenikmatan dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan sodokan kontol Ari.
Ahhh ahhh aaaahhhhhmmmmmmffhhhcuphhhhhhfhhh Dinda mendesah erotis sebelum bibirnya dikecup oleh Ari. Putingnya yang ikut bergerak maju mundur bergesekan dengan dada kasar Ari, memberinya kenikmatan lebih.

Nah udah rileks kan Ceu? Tuh bool lu juga keliatan kembang kempis gitu minta dicolok
Dinda kembali merasakan ujung kontol menggesek lubang anus imutnya. Tapi berkat genjotan dan rangsangan Ari, Dinda sekarang tidak gugup lagi. Bahkan sudah tidak sabar.
Mmmfhh…Ahhh…Reza pelan-pelan yah… pintanya dengan suara lirih sambil terus mendesah
Iyee, tenang aja, cuh! Reza meludahi lubang yang akan segera ditembusnya
Dan BLESH! Dinda memekik, mukanya tampak tegang
Adududuh Reza, sakiitttt! erangnya

Sabaaar, bentar lagi juga ilaaaang Reza menenangkan, tapi dia sendiri tidak tenang karena sulit memaksakan kontolnya masuk ke dalam lubang anus Dinda tanpa menyakiti gadis itu.
Ari yang mengurangi tempo genjotannya untuk memudahkan penetrasi Reza mengelus punggung dan kepala berjilbab Dinda untuk mengurangi rasa sakitnya.

Fiuuuh, masuk nih semua Reza mengusap keringat di dahinya
Eh jadi gimana nih kita genjotnya bareng atau berlawanan arahnya? tanya Ari
Hmm gimana ya? Gua juga bingung
Jejen yang dari tadi menonton memberi saran Gerak aja we saurang, ngke nu lain tinggal ngikut

Benar kata Jejen, Reza dan Ari dengan sendirinya bisa sinkron tanpa harus dipikir. Dinda masih meringis ketika Reza mulai menggerakkan kontolnya. Pertama kali dalam hidupnya, dua lubangnya terisi penuh dalam waktu yang sama. Sensasi yang tak mungkin dirasakannya kalau Dinda hanya bercinta dengan Anto saja.
Awhhh…Ssshhhh penuh bangetttt…Ughhhh erangnya
Masih sakit Ceu?
Dikittt..Aww…Tapi udah mendingan…
Ari kembali memagut bibir Dinda untuk menenangkannya. Sementara Dinda juga mulai terbiasa, pinggulnya kembali bergerak menyambut sodokan kontol Ari di memeknya. Lama-lama Reza merasa pinggul Dinda juga sesekali merespon sodokan di anus. Pelan-pelan tempo genjotannya dipercepat, tapi tak ada reaksi penolakan dari Dinda. Malah lenguhan dan erangannya terdengar nikmat tanpa rasa sakit ketika Ari melepas ciumannya.
Ahhh gilaaa…Aku disandwichhh…Pantat akuhhh…Memek akuhhhh…Ngaaahhhh! racau Dinda
Jejen yang menonton dari samping terkekeh Yey si Dinda budak bageur teh jadi dijepit oge euy!
Lalu dengan seenaknya dia mencolek pipi Dinda dengan kontolnya yang sudah keras kembali.
Sakalian lobang yang ini nih ehuehuehue perintahnya
Dinda hanya memandang sayu pada kontol hitam Jejen di depan mukanya. Tanpa protes dilahapnya ke dalam mulut mungilnya, sekarang lengkap sudah tiga lubangnya terisi kontol.
Hari itu di warnet kota kecamatan, Dinda remaja tak pernah menyangka pemandangan ekstrim di monitor yang dilihatnya akan dialaminya sendiri. Bertahun-tahun kemudian, Dinda sendiri yang disetubuhi dengan brutal di semua lubang.

Rasa sakit dan canggung hilang sudah. Dinda merasakan kenikmatan tiada tara digenjot dua kontol sekaligus depan belakang. Sebentar lagi klimaksnya akan segera meledak, setelah birahinya terus naik dan naik distimulasi di semua tempat. Bahkan dia jadi kurang konsentrasi mengulum kontol Jejen, beberapa kali kontol pria buruk rupa itu lepas dari mulut Dinda. Tapi selain Dinda, Reza juga merasakan ejakulasinya sebentar lagi. Tak terbiasa dengan sempitnya anus Dinda, Reza tak bisa bertahan selama biasanya.
Arrghh anjing gak kuat gua! Gua keluarin di pantat lo ya Dinda, gua muncratin bool lo-Arrgghhh!
Reza mengggeram sambil mengejang, menyemburkan cairan kental hangat dalam anus Dinda. Sensasi disembur plus hentakan ejakulasi Reza tak ayal mengantar Dinda ke orgasmenya. Orgasme pertama Dinda dari penetrasi ganda.
Ngahhhhhhkkkkkhhhh! Dinda memekik, kontol Jejen terlepas dari mulutnya
Lagi-lagi tubuh Dinda mengejang dan tersentak-sentak dilanda orgasme hebat. Ari merasa kontolnya dalam memek Dinda seperti kebanjiran. Sodokannya dihentikan sejenak untuk membiarkan Dinda menikmati puncak kenikmatannya.
Auuhhh! Dinda melenguh manja ketika Reza menarik kontolnya dari lubang pantat Dinda dengan sekali tarik. Tampak lubang itu menganga sekarang, dengan peju Reza mengalir keluar dari sana.
Dinda yang masih menindih tubuh Ari mengatur nafas. Matanya sayu, wajah cantiknya acak-cakan dengan keringat dan sisa-sisa sperma bercampur baur di sana. Jilbabnya sudah lepek total oleh keringat. Sekarang gadis itu berusaha mengumpulkan akal sehatnya kembali.

Foto Dewasa | Bokep Barat | Film Semi

Tapi di luar dugaannya, sesi double penetration hari itu tidak selesai hanya dengan keluarnya Reza. Dinda menjerit kaget ketika ada kontol lain yang tiba-tiba menerobos pantatnya. Lebih mudah karena anusnya sudah menganga dan ada sperma Reza di sana.
Ahh Mas Jejennnnn! protesnya
Jejen tidak peduli. Dia terus menusukkan kontolnya ke dalam lubang anus Dinda sampai mentok.
Ri, cengkat geura perintahnya yang segera dituruti Ari
Sekarang Ari di posisi duduk, dengan Dinda dipangkuannya. Sementara Jejen menyodok pantat Dinda dari belakang. Lagi-lagi Dinda dijepit, tapi kali ini dengan posisi berpangkuan.
Lebih gampang euy nyodok memek di posisi gini mah ujar Ari
Bener pan, si Dinda na ge bisa gerak timpal Jejen

Dinda sendiri mencoba bergerak, mengangkat tubuhnya naik-turun memompa kedua kontol yang menyumbat kedua lubangnya. Walaupun sulit, Dinda yang sudah dimabuk birahi tidak peduli. Tubuhnya bergerak liar, bibirnya sesekali berciuman ganas dengan Ari di depannya, atau menengok ke belakang untuk menyambut bibir dan lidah Jejen. Tubuh ketiga manusia itu saling bergesekan, keringat yang mengucur dari tubuh masing-masing jadi seperti pelumas. Bila tidak menempel dan menggesek dada Ari, payudara ranum Dinda diremas-remas Jejen dari belakang. Putingnya yang sudah keras maksimal dipilin-pilin, dicubit, dipermainkan Jejen sesuka hati, membuat Dinda semakin tak tahan.

Aaahhhhh! Dinda kembali memekik sambil mengejang, merasakan orgasme dahsyatnya yang kesekian kali hari itu. Tapi Jejen seperti biasa cuek saja terus menggenjot pantat Dinda tanpa ampun. Begitu juga Ari yang nanggung sebentar lagi gilirannya orgasme. Kedutan dan banjirnya memek Dinda semakin membuatnya tak tahan. Saat tubuh Dinda masih menggelinjang, Ari mencabut kontolnya, membuka sumbat yang segera mengalirkan cairan cinta Dinda keluar.

SPLURT! SPLURT! SPLURT! Semburan cairan kental hangat dari Ari menyembur keluar beberapa detik kemudian. Semua semburan mengenai payudara Dinda, yang kemudian meleleh turun ke puting susu dan terus ke perutnya bercampur dengan keringat yang membasahi kulit mulusnya.
Dengan Ari out, tinggal Jejen yang tersisa. Tanpa mengubah posisi, tangan Jejen mencengkram bahu Dinda. Tanpa belas kasih digerakkannya tubuh Dinda naik turun, mengocok kontolnya menggunakan jepitan lubang pantat Dinda. Pinggul Jejen ikut bergerak menyambut pantat Dinda, yang hanya bisa pasrah saja dijadikan boneka seks oleh Jejen.
Aaahhhh! Ahhh Mas Jejennhhhhhh…Nggghhhh! boneka itu hanya bisa menjerit-jerit histeris disodomi dengan brutal oleh Jejen.

Sekarang sudah tidak ada bedanya lagi antara digenjot di memek atau di lubang pantat buat Dinda. Saat pantatnya digenjot Jejen, memeknya terus mengeluarkan cairan cinta, mengalir deras di lubang yang sekarang sudah kosong itu. Tak heran ketika kemudian orgasmenya yang kesekian kalinya hari itu bisa diraih hanya dengan pompaan kontol di anusnya.

Jejen mencabut kontolnya ketika tubuh Dinda mulai menegang menandakan klimaksnya. Dinda pun terjerembab, telungkup di atas kasur sambil mengejang dan mengeluarkan lenguhan panjang.
Di atas tubuh Dinda yang masih tersentak-sentak, Jejen mengocok kontolnya sendiri dan akhirnya memuncratkan ejakulasinya yang ke-3 di atas punggung Dinda. Lalu menyingkir begitu saja meninggalkan Dinda yang masih telungkup banjir keringat merasakan sisa-sisa orgasmenya di tengah kasur.
Antara sadar dan tidak, Dinda teringat saat-saat keperawanannya hilang di tangan Anto. Seksnya yang pertama, yang baru bisa dia rasakan setelah bekerja dan hidup sendiri jauh dari keluarga, walaupun Dinda sudah penasaran dengan seks sejak SMP.

Tidak sesakit yang dia kira, dan rasanya seperti yang dia harapkan, mungkin lebih. Tapi saat itu seperti ada sesuatu yang bangkit dari dalam Dinda. Sesuatu yang membuatnya menyadari, ada potensi yang tak terbatas dari yang namanya seks ini. Ada kenikmatan yang lebih dari yang bisa dia bayangkan di luar sana, jika Dinda mau bereksplorasi. Dinda dan Anto saling bertukar kata mesra, saling berjanji sehabis seks pertama mereka saat itu, dan Dinda memang mencintai pria itu dari hati. Tapi di lubuk hatinya ada suara yang lain.

Fuuh, Jen lo keluarin di punggungya si Dinceu? suara Reza memecah lamunan Dinda
Hahhhh…Iyeh, si Ari di susu
Hmm, coba itung. Gua keluar di mulut, ditelen sama si Dinceu. Lo crot di mukanya, Ari di jilbab. Trus elo ngecrot dalem memek, gua dalem pantat, Ari di toket, terakhir lo di punggung
Yey, kita sukses ngecrotin si Dinda di segala tempat, haha!

Mendengar pembicaraan mereka, Dinda tidak tersinggung. Seulas senyum malah tersimpul di wajahnya. Teringat kata hatinya waktu itu Maaf ya sayang, tapi aku ingin lebih….

Bonus Chapter End

Cerita Dewasa | Nonton Pilem | Bokep Online

Chapter 7: Tebak-tebakan di Malam Minggu

Ah masa sih Mbak gak ada yang pernah naksir ujar Asep
Yang ngedeketin ada sih beberapa, tapi aku kan pemalu hehe jawab Dita sambil tersenyum tipis tapi masih memandang halaman belakang dengan hampa.
Dua hari lalu Asep masih percaya kalau gadis manis itu memang pemalu. Tapi sekarang, yah, kontolnya sudah bersarang di memek gadis itu berkali-kali tanpa malu-malu.
Kalo naksir cowok?
Hmm…Aku ngefans sama beberapa artis cowok juga sih…
Yee bukan itu maksud sayah, mbak
Hehe, iiya aku tau…Yaa aku juga kan cewek Mbak Asep, wajarlah kalo pernah
Oohh Asep meraih gelas berisi kopi di sebelahnya. Merokok sambil ngopi, memang kebiasaan favorit Asep.
Aku waktu kuliah diperkosa sama temen seangkatan yang udah aku anggap kakak sendiri

PFFFFTTT! Asep langsung menyemburkan kopi dalam mulutnya mendengar perkataan Dita yang begitu tiba-tiba.
Dita tak mempedulikan Asep yang gelagapan dan sibuk menyeka mulut. Dia melanjutkan ceritanya dengan muka kalem.
Padahal aku rada-rada naksir dia, eh ternyata penjahat kelamin juga biarpun tampangnya alim
Jadi, mmm, pertama sama dia Mbak? tanya Asep yang masih menyeka mulutnya
Iiya..Dan parahnya abis dia, temen-temenya langsung ngegilir aku. Bayangin coba Mas Asep, udah ilang perawan, digilir pula, pada keluar di dalem lagi jelas Dita, masih dengan wajah tenang
Sementara Asep malah melongo mendengar cerita Dita

Mas Asep pasti penasaran kan gimana ceritanya kita bisa kayak gini? tanya Dita sambil tersenyum. Asep hanya bisa mengangguk. Sekali lagi Dita bisa menebak isi hatinya. Memang yang diam yang paling menghanyutkan. Dita pun melanjutkan ceritanya.
Kampus aku itu biarpun gak terkenal ternyata punya rahasia. Cowok-cowoknya punya tradisi buat merawanin dan ngejadiin cewek-cewek di sana jadi budak seks mereka…Gak peduli apa itu cewek gaul atau yang jilbaban kayak aku
Masa gak ketauan? Gak ada yang lapor polisi gituh Mbak?
Mereka punya sistem, aku sendiri gak tau gimana, yang pasti efektif banget. Aku gak bisa bilang siapa-siapa, cuman bisa pasrah…tau-tau semua cowok seangkatan udah ngerasain badan aku. Dan temen-temen cewek aku juga akhirnya kena semua
Wew Asep tak tahu harus berkata apa

Dita melanjutkan ceritanya. Betapa dia sering digilir dan digangbang oleh teman-teman kuliahnya. Ataupun ikut orgy berkedok rapat organisasi kampus. Asep semakin melongo ketika dia mendengar Dita dioper seperti barang oleh teman-teman kuliahnya. Dan puncaknya di acara perpisahan sebelum wisuda, angkatan Dita menggelar pesta seks massal di sebuah bumi perkemahan. Dita menceritakan semua itu dengan muka datar tanpa raut sedih sedikitpun.

Abis lulus aku langsung kerja di tempat sekarang, rada jauh dari rumah sih tapi untungnya jadi jarang ketemu mereka
Temen-temen kuliah Mbak maksudnya?
Iiya…Aku bisa lepas dari mereka, jadi bisa mulai hidup baru
Wah, saya mah gak tau apa-apa soal pesiko-logi, tapi saya kagum liat Mbak yang gak trauma abis pengalaman kayak gitu cetus Asep
Yakin aku gak trauma?
Eh?

Mas Asep udah berapa kali ngentotin aku coba? Liatin aku digilir sama yang lain?
Asep hanya bisa garuk-garuk kepala tak mengerti

Aku rencananya pingin mulai dari nol, mulai hidup baru. Tapi…Kayaknya otak aku udah terlanjur konslet deh. Kalo ada temen atau keluarga ngejodoh-jodohin aku ama cowok yang katanya mapan, akhlaknya bagus, dan lain-lain, tapi aku malah kepikiran kontolnya kayak gimana ya, maennya kuat gak ya hahaha…Ngeliat cowok yang ada dipikiran malah gimana rasanya dientotin mereka…Jadi maaf ya Mas Asep waktu kenalan dulu aku kayak yang sombong jarang ngajak ngomong hahaha Dita tertawa tapi Asep bisa mendengar kehampaan dalam tawanya

Yah akhirnya aku gak tahan dan cerita ke si Mpok Eci. Eh bukannya nasehatin, dia malah ikutan curhat sambil nangis, katanya gak kuat nahan nafsu juga kayak aku…
Oohh Asep mulai paham Jadi kalian semua kayak begini karena pengalaman masa lalu gitu yah…
Nggak kok, cuman aku tukas Dita cuek
Eh!?

Yang pengalamannya bombastis kayak gitu cuman aku doang kok. Yang lain biasa aja
Masa sih Mbak? Asep semakin bingung
Si Mpok waktu kuliahnya rada badung, jadi dia pacaran bebas gitu deh sama beberapa cowok. Pas kerja katanya mau tobat tapi malah ketemu aku hehehe…Udah nasib kali ya
Kalo…Mbak Irma?

Dia sih awalnya baik-baik pas kuliah, tapi pacarnya yang sekarang – yang gak direstuin ortunya itu, merawanin dia dan ngenalin dia ama seks. Susah juga sih ngeyakinin dia biar ikut pesta ini, tapi akhirnya mau juga. Pas awal-awal dia malu-malu banget, eh sekarang jadi doyan kontol juga kayak kita. Emang bakat kali tuh anak
Asep terdiam, otaknya tak mampu memproses informasi absurd dari mulut gadis berpenampilan alim di sebelahnya.
Mas Asep gak nanya soal Dinda? tanya Dita yang menohok hati Asep
I-itu…Yah saya juga…Iyah Mbak saya pengen tau Asep menyerah
Mau tau apa mau tau banget?
Banget Mbak! Dita tertawa melihat Asep begitu desperate

Jadi Dinda…Mmmm, dulu sih kita gak ada niatan buat ngajak Dinda. Kita juga liatnya dia cewek polos dan baik-baik. Tapi kemudian Reza gak sengaja ngeliat Dinda lagi ngentot sama pacarnya di kosan Dinda
…Pacarnya yang si Anto itu? Hati Asep tak karuan mendengarnya
Iiya. Mas Asep patah hati? goda Dita
Ah, gimana lagi Mbak, emang mereka udah pacaran dari dulu, sayah bisa apa
Intinya kita tau Dinda gak sepolos yang kita duga, jadi yah kayak Irma kita undang juga. Dan sama kayak Irma akhirnya dia ketagihan juga

Asep menggeleng-gelengkan kepalanya Saya gak ngerti Mbak. Terus terang saya gak ngerti. Mungkin kasusnya Mbak Dita maaf ya Mbak- atau juga Mbak Eci, saya bisa paham kenapa jadi beginih. Tapi saya gak abis pikir soal Mbak Irma sama Dinda. Okelah kalo mereka gak perawan karena udah dijamah pacar masing-masing. Segitu mah menurut sayah yang orang kampung ini udah gak aneh di jaman modern sekarang. Tapi sampe mau digilir sama kita-kita yang bukan pacar mereka, di pesta gila kayak gini menurut sayah gak masuk akal Mbak

Dita tersenyum melihat wajah Asep yang begitu serius Kadang…Banyak hal di dunia ini yang kita gak ngerti, kita anggap gak masuk akal, tapi terjadi juga. Dulu waktu aku digilir bolak-balik sana-sini aku anggap itu gak masuk akal banget, kayak cerita-cerita panas di internet gitu tapi aku ngalamin sendiri. Aku bisa lulus dan dapet kerja tanpa trauma abis digituin selama kuliah juga sebenarnya ajaib banget, tapi kejadian juga. Terus aku dapet temen kerja yang keliatannya baik-baik tapi ternyata senasib sama aku, kayaknya kebetulan banget. Tapi beneran lho

Jadi, ini semacam takdir gitu empat cewek kayak kalian bisa ngumpul bareng di satu tempat dan bikin grup ini?
Dita mengangkat bahu Yah, kalau memang ini udah takdir kita-kita yang diem-diem punya kelainan soal seks, atau hanya kebetulan kita bisa ketemu ya anggap aja begitu
Asep menggaruk-garuk kepalanya. Kalo cerita ini gua tulis di internet, yang baca pasti protes karena beneran gak masuk akal, batinnya.

Dan mungkin, takdir juga Mas Asep bisa gabung di grup ini. Mas Asep nyesel setelah ngeliat kita kayak gini? tanya Dita pada Asep yang masih kalut
Yah…Saya gak munafik Mbak. Saya juga punya nafsu, saya juga butuh pelampiasan, jadi yah saya sih seneng-seneng aja. Tapi saya mah kaget aja Mbak, dunia yang sayah kenal serasa runtuh
Trus, ngeliat Dinda kayak gini perasaan Mas Asep gimana?

Asep hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Dita yang menohok hatinya. Dia masih berpikir keras ketika terdengar suara ramai dari ruang tengah
Eh, itu suaranya si Mpok Eci. Udah pulang mereka potong Dita
Yuk, kita ke dalem aja tambahnya sambil bangkit dan berjalan ke arah pintu. Asep tak punya pilihan selain mengikuti Dita, walau masih banyak pertanyaan di kepalanya.
Di ruang tengah Eci membagikan makan malam mereka. Di sudut ruang tampak Ari, Reza, dan Jejen berkumpul.
Sep! Makannya di sini aja, kita mo ngebahas games berikutnya! panggil Ari
Asep menurut saja. Cerita Dita barusan dilupakannya sejenak ketika Ari mengumumkan konsep games berikutnya.
****

Oke, tadi kita para cowok udah dites fisik sama permainan hasil ide kalian, sekarang giliran kita yang ngetes kalian-kalian para cewek Reza berpidato seusai makan malam
Tapi kita gak akan ngetes fisik, kita mau ngetes daya ingat kalian tambah Reza yang disambut anggukan Ari
Maksudnya? Jangan yang susah-susah ah Reza tanya Irma dengan khawatir, karena dia yang memang paling lemot di antara yang lain.
Tenang aja Ir, paling lo kalah lagi ledek Dita
Ah gak mau gua, dari kemarin kalah terus…Masa yang punya rumah gak pernah menang… rajuk Irma sambil manyun
Udah udah, dengerin dulu nih. Kita mau negetes seberapa familiar kalian sama kontol kita-kita potong Ari menenangkan suasana
Hah!? serempak para gadis heran
Yap, dengan ini lomba tebak kontol dibuka! seru Reza tak mempedulikan reaksi para cewek

Hentai Online | Bokep Online | Bioskop Online

Ayo ayo mulai, buka bajunya semua perintah Ari pada para gadis yang masih berdiri keheranan.
Mereka saling memandang, tapi akhirnya menurut saja melepas pakaian mereka. Ternyata di balik piyama dan baju santai yang mereka kenakan sehabis mandi, mereka tidak mengenakan pakaian dalam. Dengan menyisakan jilbab seperti sebelumnya, para gadis sudah bugil total dan berdiri berjajar. Asep mestinya sudah terbiasa, namun pemandangan absurd tapi erotis seperti ini selalu berhasil memancing pedang Asep untuk naik.
Sep, ayo ujar Jejen
Oh, iya hayu Asep dan Jejen melaksanakan tugasnya seperti yang direncanakan. Mereka bertugas menutup mata para gadis dengan kain yang sudah disediakan.
Permisi ya Mbak Asep melingkarkan kain penutup mata di kepala Eci
Duh, maksudnya apaan nih Sep, gak ngerti aku mah protes Dinda yang masih bingung di sebelah Eci
Ntar liat aja deh
Sementara Jejen dan Asep melaksanakan tugas masing-masing, Reza menjelaskan aturan main dari lomba tebak kontol ini.

Intinya para cewek dengan mata tertutup akan digilir oleh keempat cowok itu dengan urutan yang nantinya para cewek harus tebak. Misalnya Asep-Reza-Jejen-Ari. Yang bisa menebak semuanya dengan benar adalah pemenangnya, dan yang paling banyak salah menebak adalah yang kalah.
Ari udah mikirin reward-nya belum? tanya Eci
Tadi kan yang menang dapet hadiah, sementara yang kalah gak dihukum apa-apa, nah sekarang gantian, yang kalah bakal kena hukuman jelas Ari

Hagh siah Irma ledek Jejen menakut-nakuti Irma yang matanya sedang dia tutup dengan kain
Ah aku gak mau kalah lagi pokoknya! rengek Irma putus asa
Waduh, kayaknya aku bisa kalah nih gumam Dinda yang matanya sedang ditutup oleh Asep
Ah gampang kok, gak usah takut gitu…Eh terlalu kenceng gak ngiketnya? Asep mencoba menenangkan Dinda, curi-curi kesempatan
Gak kok…Hehe, iya juga ya mungkin gak bakalan susah jawab Dinda sambil tersenyum

Reza meneruskan penjelasannya. Nanti para cewek akan dapat kesempatan menyepong tiap kontol selama 3 menit, kemudian penetrasi juga 3 menit per kontol. Dan terakhir penetrasi 30 detik per kontol.
Jadi para gadis punya 3 kesempatan untuk merasakan dan mengira-ngira kontol siapa saja yang masuk ke mulut dan memek mereka. Dan setelah semuanya selesai, barulah mereka akan menebak urutan yang benar. Sebenarnya ronde terakhir saat waktu kontak antara kontol dan memek sangat singkat adalah bonus sekaligus rintangan yang disiapkan Ari dkk buat para cewek, tetapi mereka masih belum menyadarinya.

Sekarang Irma, Dita, Eci, dan Dinda berjejer rapi dengan mata tertutup kain. Mereka berlutut, dengan tangan di balik punggung sesuai perintah Reza. Mereka terlihat seperti tawanan perang yang siap dieksekusi. Melihat para gadis itu dalam kondisi pasrah, tak ayal Asep dan yang lain terpacu birahinya. Walaupun Reza, Ari, dan Jejen sudah sering menyetubuhi mereka bahkan sebelum pesta ini, tapi jarang mereka bisa mengambil kendali seperti ini. Karena biasanya merekalah yang didominasi oleh para cewek, tak jauh beda seperti waktu di kantor.

Untung lo ikut Sep, kita bisa bikin mereka kayak gini bisik Reza
Emang gak pernah games kayak gini atau tadi siang? tanya Asep heran
Susah Sep, kan cowoknya kurang
Asep hanya manggut-manggut sementara Ari mem-briefing team cowok sekali lagi
Inget yah, jangan terlalu banyak pegang-pegang kalo gak perlu, trus jangan bersuara. Si Reza yang pegang pluit sama stopwatch. Inget kan urutanna?
Sip, hayolah jawab Jejen

PRIIIITTTT!
Reza meniup peluit. Serempak Asep dkk mendekati para cewek tanpa bersuara dengan kontol menghunus tegak. Untung tinggi mereka tak terlalu beda jauh jadi sulit untuk menebak dari tinggi badan. Dinda tersentak kaget ketika ada kepala kontol menyentuh bibirnya. Lalu tanpa bisa melihat Dinda dengan hati-hati mengecup dan meraskan benda keras panjang yang ada di depan mulutnya.

Di sebelah Dinda, Eci mengulum kontol jatahnya dengan pelan, mencoba mengenali karakteristik kontol di mulut mungilnya dengan menggerakkan kepalanya perlahan. Lain dengan Dita, gadis itu menelan kontol di depannya sampai ke pangkal, tak peduli sampai harus menelan jembut si pemilik kontol.

Beda dengan Eci, mulut Dita tidak bergerak sama sekali. Sepertinya dia sedang mengukur panjang dan diameter dari kontol jatahnya. Sementara Irma hanya memasukkan ujung kontol dalam bibirnya, sambil sesekali dijilat seperti es krim. Irma lebih memilih strategi mengenali kontol dari karakteristik kepalanya yang khas.
Suara seruputan dan jilatan memenuhi ruangan itu. Tak ada suara lain karena para cowok harus menahan suaranya walaupun rasanya nikmat luar biasa disepong dengan penuh konsentrasi oleh para gadis. Hingga akhirnya suara peluit memecah keheningan.
PRITTT!
Duh, tadi siapa yaaa Irma menggumam cemas
Ih, aku sampe ngeces gini Dita mengusap liurnya yang tumpah sebelum kembali menyimpan tangannya di balik badan
Hmm, susah juga yaaa timpal Eci, sementara Dinda diam saja tapi tampak sibuk berpikir

Masih tanpa suara para cowok bertukar posisi dengan urutan yang sudah disepakati sebelumnya. Kembali keempat gadis berjilbab itu mengisi mulut mereka dengan kemaluan pria tanpa segan. Pemandangannya sungguh sangat erotis, para wanita yang berlutut dengan mata tertutup dan tangan di belakang badan nampak seperti sekelompok budak seks. Para pria yang sedang menyumpal mulut mereka dengan kontol berkacak pinggang tanpa suara bagaikan tuan dari para budak seks itu
PRITTT!

Suara peluit kembali terdengar setelah 3 menit. Dinda dan yang lain langsung mengambil nafas sebelum kontol urutan ketiga mengisi mulut mereka yang seharusnya suci itu.
Hmmpphhh…cplkcleppppkkkcleppeeep…sluurrrrpppp suara seruputan yang erotis kembali menggema.
Asep adalah urutan ketiga buat Dinda. Melihat ke bawah, Dinda tampak begitu semangat menyedot kontol Asep. Lidah gadis manis itu mempermainkan batang Asep, mencoba mengenali siapa pemilik kontol yang mengisi rongga mulutnya. Melihat binalnya Dinda saat itu, Asep teringat apa yang dijelaskan Dita. Hatinya masih belum bisa menerima. Apa sesimpel itu?

Streaming Bokep | Nonton Bokep | Download Bokep

Masa dengan mudahnya Dinda, yang tidak punya masa lalu sewarna-warni Dita, bisa jadi seperti sekarang? Tapi bagaimanapun, itulah kenyataannya. Dinda yang dulu Asep anggap gadis biasa saja sekarang sedang berlutut dengan mata tertutup. Telanjang bulat, dan tanpa malu-malu menelan kontol Asep. Asep sendiri tidak bisa munafik, dia sudah mencicipi tubuh gadis itu, dan dia sudah melihat teman-temannya ikut menikmati. Sekali lagi syarat yang diajukan Eci agar Asep bersikap biasa setelah semuanya selesai terasa semakin sulit.

PRITTT!
Lamunan Asep buyar oleh suara peluit. Serempak para pria menarik kontol masing-masing dari lubang tempat mereka bersarang selama tiga menit ke belakang.
Hmm kayaknya aku tau deh yang tadi… Dinda menggumam, yang membuat Asep berbunga-bunga mendengarnya. Dia hapal kontol gue!

Sesi keempat pun dimulai. Tampaknya semua sudah tidak kebingungan lagi dengan peran masing-masing. Hanya saja bila di awal para cewek bisa menebak lewat bau khas kontol setiap pria, sekarang setelah dikulum berkali-kali tentu baunya sudah hilang. Reza dan yang lain juga harus menjaga agar tidak ejakulasi. Mereka harus bertahan sampai permainan selesai.
PRITTT! PRITTT! PRITTT!

Reza meniup peluit tiga kali, tanda sesi blowjob selesai. Semuanya menarik nafas lega, rehat sebentar mengambil nafas.
Kayaknya aku ada gambaran deh, tapi ada yang aku gak yakin ujar Irma
Inget-inget sekarang Ir, nanti lupa saran Eci

Tak lama, Ari memberi komando OK cewek-cewek, semuanya nungging, kakinya direnggangin dikit…yak gitu
Sekarang pantat Irma, Dita, Eci, dan Dinda menghadap ke arah para cowok. Tampak lubang memek mereka yang sudah merekah basah, terangsang oleh kontak antara kontol dengan mulut mereka sebelumnya. Jejen menyikut Reza sambil nyengir tanpa suara. Asep sudah tidak mau berpikir lagi. Sebagai teman yang baik, Asep ikut saja dengan kemauan mereka. Sebagai anggota baru dari klub gila ini.

PRITTT!
Peluit tanda mulai sudah ditiup oleh Reza. Sebelumnya Ari mengingatkan teman-temannya agar jangan sampai ejakulasi dan meminimalisir rabaan dan gerayangan yang tidak perlu. Bagaimana cara mereka menggenjot memek jatah masing-masing, itu terserah mereka. Tentu, masih tanpa suara yang bisa mengungkap identitas mereka.

Judi Bola Indo

Ah kok aku jadi deg-degan ya ujar Eci yang merasakan pantatnya dipegang sepasang tangan misterius
Iiya Mbak, gak pernah ya kita maen sambil ditutup mata gini balas Dinda
Jadi khawatir memek kita malah dimasukin yang lain ya Mpok? ledek Dita
Ah elu Dit, bisa aj-AHH! Udah masuk aja iiihhhh… erang Eci yang dicoblos tiba-tiba
Ahhh…Ini beneran kontol… desah Dita, sementara di sebelahnya Irma hanya melenguh lirih

Memek keempat gadis berjilbab yang sedang nungging itu lalu dipompa dengan tempo dan gaya berbeda-beda. Memang sulit untuk mengukur dimensi dan bentuk dari kontol dengan memek, apalagi buat Eci, kontol apapun akan mentok dalam memeknya yang sempit. Jadi mereka diberi kemudahan dengan membiarkan para cowok menggenjot sesuai gaya dan ritme khas masing-masing sehingga setidaknya para cewek bisa menebak dari situ, dipadukan dengan data yang mereka dapat dari mulut mereka saat sesi blowjob tadi.

Setidaknya itu teorinya. Namanya kelamin bertemu, pasti rasa nikmat mulai perlahan menggantikan kemampuan berpikir dan mengolah informasi. Keempat gadis berjilbab itu mulai mendesah-desah erotis saat memek mereka digenjot bersamaan. Payudara mereka yang bergantung mengayun-ayun indah. Keringat mulai membasahi tubuh mereka, gaya gravitasi mengarahkan bulir-bulir keringat mereka ke titik paling rendah: puting susu mereka yang sudah mengacung tegak. Yang kemudian jatuh memercik seiring ayunan bukit susu keempat gadis itu.

Ahhh…Bener ini yang aku tebak… lenguh Dita
Mmmhh…Ahhh…Yang ini juga… balas Dinda sambil megap-megap
PRITTT!
Keempat gadis itu memekik terkejut saat kontol di memek masing-masing tercabut tiba-tiba seiring bunyi peluit. Pekikan kembali terdengar sesaat kemudian saat lubang nikmat mereka kembali tersumpal kontol.
Ahhhh susah ih ini nebaknya! racau Irma yang tampak sudah kepayahan menahan kenikmatannya
Mendengarnya, pria di belakang Irma malah semakin cepat menggenjot memek gadis tinggi semampai itu.

Membuat Irma semakin berteriak nikmat.
Ahh bodo amat ahh…Ahh…Yang penting…Nghhh enakkk!
Sementara yang lain sibuk berpikir, siapa yang sedang mengaduk-aduk lubang kenikmatan mereka saat ini, mencocokkan dengan tebakan mereka sementara dari sesi sebelumnya.
PRITTT!
Yaaahhhhh! Irma melenguh kecewa ketika kontol di memeknya lepas, padahal dia hampir mencapai puncak kenikmatan. Begitu kontol yang lain mulai masuk, dia malah mendorong pantatnya kebelakang dengan agresif. Seandainya yang lain bisa melihat, tentu mereka akan menasihati Irma agar konsentrasi. Tapi masing-masing masih sibuk sendiri.

Seperti tadi, urutan ketiga untuk Dinda adalah Asep. Melihat punggung tipis nan mulus Dinda, pantat bulatnya, dan tentu lubang memeknya yang merekah, Asep menelan ludah. Dia bingung, seperti apa dia harus memompa memek Dinda? Tak mau kehilangan waktu 3 menitnya yang berharga, Asep mulai memasukkan kontolnya dalam memek Dinda. Masih tak yakin, Asep hanya menggenjot Dinda dengan tempo standar. Mestinya dia bisa menikmati, tapi kondisinya tidak memungkinkan. Selama tiga menit itu pikiran Asep kembali melayang.

Selama ini diam-diam dia sudah mengumpulkan informasi tentang Dinda. Gadis itu berasal dari kota kecil di Jawa Barat. Ayahnya adalah mantri desa, ibunya ibu rumah tangga. Punya beberapa kakak yang sebagian sudah menikah. Tak ada yang aneh. Mulai berpacaran dengan Anto tak lama setelah diterima bekerja di kantornya yang sekarang. Asep sudah beberapa kali melihat Anto dan Dinda bersama, Anto walaupun beda departemen cukup akrab dengan Jejen dkk, mereka sering main futsal atau konvoi jalan-jalan bersama. Walau cemburu, harus diakuinya dirinya memang kalah dengan Anto.

Dan melihat gaya pacaran mereka, masih tampak normal buat Asep, walaupun tadi Dita bilang Antolah yang pertama memerawani Dinda. Apakah pria itu yang mengubah Dinda jadi gadis maniak seks seperti ini? Mungkin Anto bukanlah pria yang benar-benar alim, toh dia sudah berani berhubungan suami-istri dengan pacarnya sebelum menikah. Tapi rasanya tidak mungkin hanya satu pria bisa mengubah gadis seperti Dinda jadi begini.
PRITTT!

Ah sial, kebanyakan mikir malah gak bisa nikmatin, rutuk Asep kesal. Dicabutnya kontol miliknya dari memek Dinda yang diiring lenguhan manja gadis itu. Sementara terdengar protes Irma yang lagi-lagi nyaris meraih orgasme tapi gagal. Para cowok sebisa mungkin menahan tawa melihat Irma yang frustrasi. Termasuk Asep yang segera mulai berpindah posisi ke jatahnya saat ini.

Suara-suara erotis kembali memenuhi ruangan itu. Memek para gadis semakin basah, sehingga suara kontol yang menerjang-nerjang memek yang banjir semakin keras. Begitupun erangan dan lenguhan keempat gadis berjilbab itu. Irma terus berusaha menggapai kenikmatannya hingga akhirnya ia memekik nikmat dan tubuhnya tersentak-sentak liar.
Ahhh akhirnyaaa… erang Irma puas
Iiih Ir, lo keluar ya? tanya Dita mendengar kehebohan Irma
Iyaa Dit…Gila enak banget…

Nonton Pilem | Streaming Bokep | Film Sex Online

Ah elo emang gampangan…Nnghhh ledek Dita yang juga sudah mulai didera nikmat
Diem lo…Ahh masih gerak aja nih yang ngentotin gue…
Eci dan Dinda pun mulai kehilangan konsentrasi, mereka terus mengerang dan mendesah nikmat

PRITT! PRITTT! PRITTT!
Peluit berbunyi menandakan selesainya ronde kedua, dan saatnya ronde terakhir dimulai. Sebenarnya ronde ini tidak terlalu perlu, tapi Ari merancang ronde ini untuk menambah keseruan permainan.
Ini apa bedanya sama yang tadi? tanya Eci
Tak ada yang menjawab karena para cowok sibuk bertukar posisi kembali ke urutan awal.
PRITTT!

Peluit berbunyi dan serempak Irma, Dita, Eci, dan Dinda memekik kaget ketika memek mereka langsung dicoblos dengan tiba-tiba dan langsung dihajar dengan kecepatan tinggi. Memang perintah Ari untuk menggenjot dengan tempo seganas mungkin selama 30 detik. Para gadis protes diantara lenguhan nikmat dan pasrah mereka.
Ahh pelan-pelan iihhh! Aduhh!
Mhhhh bisa nyampe lagi akuuu!
PRITTT!
Eh? Kok cepet ama- Ahhhhh!
Kembali memek mereka ditusuk oleh kontol tak lama setelah kontol sebelumnya lepas. Dicoblos bergantian dengan genjotan brutal tak ayal membuat pertahanan mereka roboh.
Oooohhhh! Dinda melolong dan ambruk tak kuasa menahan nikmat orgasmenya. Tapi memeknya terus dihajar tanpa ampun membuat gadis itu belingsatan. Eci sudah di ambang puncak ketika peluit berbunyi.
PRITTT!

Nggaaaahhhhh! Ampuunnnn! jerit Eci saat gelombang orgasme datang bersamaan dengan masuknya kontol gelombang ketiga yang menggasak memek sempitnya.
Dita menyusul dengan pekikan membahana tak lama kemudian, dan terakhir Irma yang histeris saat orgasme keduanya menerpa.
PRITTT!

Tak ayal, setelah tumbang di sesi sebelumnya, para gadis hanya bisa mengerang lirih ketika memek mereka dibombardir di 30 detik terakhir. Inilah bonus dari Ari, memberi kesempatan bagi mereka untuk bisa meraih orgasme. Tapi sekaligus juga rintangan, karena orgasme dahsyat mereka bisa jadi membuyarkan konsentrasi dan membuat mereka lupa dengan jawaban yang sudah disusun di kepala mereka.
PRITT! PRITTT! PRITTT!

“Ngghhhkkk” para cewek mengejang ketika semua kontol tercabut dari memek mereka bersamaan
Hahh! para cowok pun sudah kelelahan sebenarnya. Mereka langsung terduduk mengambil nafas.
Anjirr, ampir bucat urang tadi ujar Jejen
Hehe, mantep pan yang terakhir Ari nyengir memuji idenya sendiri
Gila, seru tapi cape yang terakhir timpal Asep

Heueuh rame euy pindah-pindah memek siga tadi, kapan-kapan lagi atuh euy
Sementara Reza menunjuk kontolnya sendiri Ampir gak tahan gue, kalo keluar pasti banyak banget nih
Tahan dulu Za sampe kita nentuin siapa yang bakal dihukum, pasti nanti puas deh saran Ari
Sip lah Reza mengacungkan jempolnya. Lalu dia berdiri dan memberi pengumuman.
Oke, cewek-cewek silakan buka penutup matanya dan mendekat sini, saatnya kalian ngasih jawaban
Reza menggosok-gosokkan tangannya dan menyeringai lebar
Heheheh, siapa nih yang bakal kena hukuman gumamnya

Chapter 8: Antara Hukuman dan Timun
Ari bergerak cepat, menyerahkan secarik kertas dan pulpen kepada masing-masing perempuan.
Oke, tulis nama dan jawaban masing-masing, urutan para cowok jatah kalian no.1 4, ayo cepat-cepat jangan lama-lama! perintahnya
Para gadis yang masih kepayahan terlihat agak enggan.
Yah Ari, kasih waktu dong protes Dinda yang nafasnya masih sedikit memburu
Iiya nih, baru aja nyampe kita tambah Irma
Ari garuk-garuk kepala Iya iya, 5 menit ya. Reza, itung waktunya serunya ke Reza yang memegang stopwatch.
Jejen duduk sambil mengocok kontolnya pelan, menjaga agar tetap tegak. Sedangkan Asep termangu melihat pemandangan empat gadis berjilbab tapi telanjang bulat yang sedang sibuk berpikir dan menulis. Seperti di kantor saja, pikirnya.

Lima menit kemudian, Ari mengumpulkan kertas jawaban dari peserta kuis. Para gadis tampak cemas, sepertinya tak satu orang pun yakin dengan jawaban mereka.
Mudah-mudahan aku nggak kalah lagi Irma terpejam sambil komat-kamit berdoa
Elo sih malah enak-enakan nyari orgasme sendiri…
Nyinyir lo Dit…Jangan sampe kalah…Jangan sampe kalah Irma membalas ledekan Dita sambil terus berdoa
Ari dan Reza kebagian mencocokkan jawaban sedangkan Asep dan Jejen pergi ke kamar tempat para cowok menyimpan tas mereka. Reza menyuruh mereka mengambil sesuatu dalam tasnya.
Ini kali yah Sep? tanya Jejen mengasongkan kantung plastik hitam di tangannya

Iya, katanya sih kresek item
Asep membuka plastik itu untuk mengecek isinya
Anjrit! teriak Jejen dan Asep berbarengan begitu melihat isi plastik hitam itu
Hahay, gile euy si Reza! Jejen geleng-geleng kepala sambil tertawa.

Kembali ke ruang tengah. Para gadis tampak berjejer berdiri, ekspresi mereka terlihat harap-harap cemas. Ari memegang secarik kertas bersiap mengumumkan hasil penilaian. Begitu Jejen menyerahkan plastik ke tangan Reza, Ari memulai pengumuman.

Saudara-saudara, bagaimana kabarnya semua? Pasti pada tegang kaaan?
Ari udah ah cepetan protes Dinda
Iiya nih jangan basa-basi ah timpal Eci
Ari tampak kesal tapi dilanjut juga Iyee, udah kalo gitu langsung ajah yah…Ahem!
Jadi di antara kalian berempat, ada satu orang yang bisa nebak semua urutan dengan benar
Woooow!

Ada dua orang yang nebak setengahnya dengan benar…Dan! Ada satu yang nebak salah semua!
Para gadis semakin cemas Aduh mudah-mudah bukan aku plis… gumam mereka
Oke langsung aja yah…Yang berhasil menebak setengahnya adalah…Dinda!
Yess! Dinda bersorak sambil meloncat-loncat hingga payudara sekalnya memantul-memantul indah
Dan Mbak Dita! Kalian berdua aman!
Haaahhhh…Sukur deh Dita menarik nafas panjang, lalu menyambut Dinda yang memeluknya
Sementara Irma dan Eci semakin cemas. Pemenang dan pecundang dari permainan ini adalah mereka, tapi yang mana?

Hohoho saya umumin yang menang yah, berarti yang gak disebut itu yang kalah dan harus dihukum!
Yakin deh si Irma yang kalah Dita terus meledek sahabatnya yang terlihat semakin cemas
Ayo Ari cepetan! seru Dinda riang
Ari berdehem. Setelah memandang semua gadis bugil di depannya, Ari mengalihkan pandangan ke arah kertas di tangannya
Pemenang lomba tebak kontol malam ini, dengan jawaban 100% benar adalah…
…Irma

Film Hentai Online | Bokep Hentai Online | Nonton Bokep Indo

Yeyyyy! Irma langsung bersorak riang, sementara disebelahnya Eci langsung terduduk lemas
Yaaahh, aku dong yang kalah…
Kok bisa sih? Ah pasti lo asal tebak deh Ir? protes Dita
Ih, sirik aja lo Ta. Ya biarin kalo gua asal nebak, kalo bener semua berarti emang hoki gua dong! balas Irma dengan bangga
Yee berarti beneran yah lo asal nebak
Tapi kok bisa sih Mbak Eci kalah? tanya Dinda bingung
Yaa abis gimana lagi… jawab Eci lemas Punyaku kan kecil banget, itu kontol kalian kerasanya sama aja di dalem, penuh sesek gak bisa bedain…Pas yang blowjob aku gak konsen
Mendengarnya, Jejen geleng-geleng kepala dan berbisik pada Asep Anjrit, padahal sering dicoblos ku aing depan belakang, masa teu bisa ngeunalan tongkat sakti aing
Buat dia kayaknya kontol kita gak ada istimewanya kali, Jen
Heu-euh, bisa jadi
Udah cepetan ah Reza yang ganteng, apa hukumannya? tanya Irma tak sabar

Jiah, pas giliran menang aja lo nyebut gua ganteng Reza sewot sambil mengacungkan plastik hitam yang tadi diambil Jejen dan Asep Nih, liat aja
Reza membalik plastik sehingga isinya tumpah.
Dan semua mata terhenyak memandang isinya. Ada sebuah vibrator berukuran lumayan, vibrator lain lebih kecil yang bergelombang, dua vibrator kecil berbentuk telur, dan semacam borgol dari kulit.
Idiih, apaan tuh Reza? tanya Dinda
Wew, dapet dari mana tuh? timpal Dita

Ada deh…Dan ini semua buat ngehukum yang kalah! jelas Reza bangga
Tapi bukannya takut, mata Eci malah berbinar Wah pas banget, padahal aku pengen nyoba yang ginian
Sebagai pemenang, Irma tak terima Ish, malah seneng dia. Gak rela gue…Eh mpok siap-siap ya kita siksa sampe mohon-mohon
Ayo, emang bisa? tantang Eci

Dan hukuman, yang sekarang jadi tantangan buat Eci pun dimulai. Tangan Eci diborgol pada sebuah tiang sehingga dia tak bisa bergerak. Tangannya diposisikan di atas kepalanya, memperlihatkan ketiak mulusnya.
Awww aku kayak lagi disandera nihh…Tolong jangan perkosa akyu, hiks hiks ujar Eci genit
Irma sepertinya mengangkat dirinya sendiri jadi eksekutor hukuman Eci. Dengan berkacak pinggang Irma memasang tampang seram.

Heh kamu! Jangan berharap kamu bisa lepas dari sini! Mulai sekarang, kamu akan tinggal selamanya di neraka birahi ini!

Ampun mamih! Jangan perkosa akyu, akyu masih perawan ting-ting! balas Eci
Hmph, kamu harus dihukum! Heh anak buah!
Siap mamih jawab Reza dan Ari berbarengan
Sumpel semua lubang tuh anak pake ini semua Irma menunjuk ke arah vibrator yang bertebaran di sekitar mereka.

Segera Reza dan Ari menempelkan kedua vibrator telur di masing-masing puting Eci dengan bantuan selotip. Lalu vibrator yang tipis tapi bergelombang dimasukkan ke dalam anusnya.
Aduhh pelan pelan dong! protes Eci
Ups, maaf mbak lupa saya kasih pelumas hehe ujar Ari sambil nyengir
Dan saat itu Reza langsung memasukkan vibrator yang paling gemuk ke dalam memek sempit Eci dengan sekali hentak.
Ahh! Eci mengerang, tapi bukan karena sakit sebab memek Eci sudah basah dari tadi.

Nah, empat vibrator ini udah gua link secara wireless ke aplikasi di HP gua Ir, jadi pake HP kita bisa ngatur semuanya gak harus disetting satu-satu jelas Reza sambil menyodorkan HPnya ke Irma.
Wiiw, canggih juga ya. Jadi tinggal pencet aja nih? Yang nomor satu apa ya?
BZZZT! Eci menggelinjang ketika vibrator di puting kanannya bergetar memberi sensasi nikmat di bagian sensitifnya itu.

BZZT! BZZT! BZZT! Eci terus melenguh dan menggeliat ketika Irma mencoba menyalakan setiap vibrator satu demi satu.
Wah asik juga nih. Bisa kan dinyalain semuanya sekaligus? tanya Irma
Oh bisa lah, pencet tombol yang itu
Aduh jangan dong! Mampus aku kalo semuanya nyala! Eci memohon dengan panik
Tapi Irma malah tersenyum sinis Owh, tombol yang ini yaaa, coba kita tekan….
BZZZTTTTTTTTTTTTT

Ah mamiiiihhhhhhhh! tubuh Eci berkelojotan dengan liar saat keempat vibrator di tubuhnya aktif bersamaan. Setelah beberapa saat barulah Irma menghentikan penderitaan Eci.
Hosh hosh…Ampuuun dong… ratap Eci
Oh iya Ir, cek deh di bawahnya ada settingan buat ngatur intensitas ngegeternya saran Reza
Hah? Yang tadi itu belum full power!? Oh em geee! Eci kembali panik
Lagi-lagi Irma hanya tersenyum sinis…

Berkat mainan Reza, Irma mendapat kepuasan menyiksa Eci. Dengan tega dia menyetel semua vibrator di posisi max, kemudian ketika Eci sudah di ujung orgasme, kekuatannya langsung diturunkan atau malah dimatikan. Membuat Eci sengsara. Siksaan itu dilakukan Irma berkali-kali sampai Eci memohon-mohon agar dibiarkan bisa orgasme. Tapi Irma tak menanggapinya, malah terus menyiksa Eci.
Mbak Irma serem juga yah kalo kayak gitu bisik Asep ke Reza
Iya, gua juga kaget ngeliatnya
Emang dia gak pernah kayak gitu sebelumnya?

Kagak Reza menggelengkan kepalanya Lain kali kita jangan biarin si Irma menang lomba kalo kayak gini jadinya
Asep hanya mengangguk setuju.
Gimana Mpok? Enak kan disumpelin vibrator? tanya Irma
Ahh, Ir biarin aku nyampe, sekaliiii aja rengek Eci
Hmpph, malu-maluin ih si Mpok, orgasme sama mainan ledek Irma
Nah sekarang…Milih mainan apa kontol asli Mpok?
Yaa enakan kontol asli lah Ir…
Pengen?
Banget…
Irma tersenyum nakal Reza sini! panggilnya
Irma memposisikan Reza di belakang tubuhnya, lalu mengangkat salah satu kakinya. Sebelah tangan Reza memeluk pinggang Irma, sementara tangan satunya menahan paha Irma yang terangkat. Irma sengaja mengangkat salah satu kakinya agar Eci bisa melihat jelas kontol Reza keluar masuk memeknya dalam posisi berdiri.

Nih Mpok, ini kan kontol asli kesukaannya situ…Tapi maaf ya, yang ini buat aku, situ liatin kita aja dan puasin sendiri sama mainan hohohoho!
Ah Irmaaaaa tega banget sih dirimuuuu! ratap Eci putus asa
Ayo Reza, genjot memek gua sebrutal lo bisa, Ri lo yang mainin tuh vibratornya!

Jadilah Irma disetubuhi Reza di depan Eci, memanas-manasi Eci yang tersiksa oleh vibrator dan merindukan kontol asli tapi tak bisa berbuat apa-apa. Sepertinya semua mengambil kesempatan langka untuk mendominasi Eci.

Asep cukup terhibur tapi tidak tertarik untuk ambil bagian. Dilihatnya sekeliling, Ari yang memegang kendali vibrator berjongkok di dekat Eci. Dita dan Jejen berdiri berdampingan, asyik menonton adegan penyiksaan Eci. Tampak Dita tidak terganggu dengan tangan Jejen yang kelayapan meremas-remas bukit susunya. Malah Dita dengan santai menggenggam dan mengocok pelan kontol Jejen.

Lalu Dinda…Lho? Asep melihat sekeliling, tapi dia tidak melihat Dinda. Asep memutuskan untuk mencari Dinda. Ini kesempatan emas untuk berduaan dengan Dinda selagi yang lain sedang sibuk. Asep mencari di kamar mandi, nihil. Di dapur, tidak ada orang. Dicoba di setiap kamar juga tidak ada.
Hingga akhirnya Asep mendengar suara di teras belakang. Mendekati pintu belakang yang terbuka, Asep semakin mengenali suara Dinda. Langkahnya terhenti di pintu, agak dekat tapi tak terlihat dari posisi Dinda di kursi teras, mencoba mencuri dengar.
Ai kamu teh lagi di mana?

Asep melihat Dinda sedang duduk di kursi teras, menerima telepon. Dari nada suaranya yang manja dan mesra, Asep menebak lawan bicara Dinda adalah pacarnya, Anto.
Penuh atuh ngumpul semua keluarga di situ…Iiya aku lagi rame-ramean sama yang lain haha, biasalah cewek kalo ngumpul

Asep tertegun di pintu, tak tahu harus berbuat apa. Segan baginya untuk mengganggu, tapi tak ingin Asep beranjak dari situ. Ingin rasanya Asep terus memandangi wajah Dinda yang begitu ceria, begitu bahagia, begitu sumringah tersenyum lepas saat berbicara dengan kekasihnya, walau hanya lewat telepon. Sungguh cantik Dinda saat ini di mata Asep, bahkan sekarang Asep lebih memilih memandangi wajah Dinda dibanding tubuh mulus gadis itu yang terpampang jelas tanpa penutup.

Bahagia melihat orang yang disukainya bahagia walaupun dengan orang lain. Ironis memang posisi Asep saat ini.

Hingga beberapa lama akhirnya Ahahaha masa sih yang, kan eh? Halo? Haloooo? Dinda menatap layar HP-nya.
Yah, kok putus tiba-tiba sih? gumamnya kesal
Ahem – Oh lagi di sini toh, kirain ke mana kata Asep yang pura-pura baru melihat Dinda di situ
Hehe, iya nih lagi nerima telepon tadi
Pasti si Anto yah? tanya Asep yang mendekati Dinda dan duduk di sebelahnya
Iiya, dia lagi di Bandung ada acara keluarga. Pas kan, jadi aku bisa ikut ke sini hehe
Oooh…
Tapi teleponnya putus ngedadak gitu, kayaknya gak ada sinyal di sana…
Bisa jadi…

Kalo Asep? tanya Dinda tiba-tiba sambil menatap Asep dengan mata indahnya Gak ada yang minta ditelpon malem minggu gini Sep?
A-ah gak ada kali, gua mah belum punya… jawab Asep gugup mencoba menghindari tatapan Dinda
Ih masa, kalah tuh sama Mas Jejen
Emang dia punya cewek?
Iiya, anak pabrik garmen yang di perempatan itu lho…Ayo dong Sep, masa gak ada yang ditaksir sih, di kantor kan banyak

Bokep Barat Online | Bokep Indo Online | Bokep Asia Online

Asep hanya bisa nyengir, dia salah tingkah menghadapi Dinda yang tampak begitu penasaran. Tentu Asep tak bisa jujur mengungkapkan siapa yang ada dalam hatinya saat ini
Yaa kalo cuman naksir sih ada
Siapa? Siapa? Si Mbak Resepsionis ya? Ciee Asep… mata Dinda semakin berbinar
Wah, ketinggian itu mah. Beda level kali
Ooo…Si ibu kantin? Janda lho dia, hahaha
Enak aja, judes kayak gitu

Sungguh, dalam hati Asep ingin berucap yang aku suka ya dirimu, oh Dinda sayang.
Apa mau dikenalin temen-temennya Anto? Mau gak Sep? desak Dinda yang tentu tak tahu dilema hati Asep
Wah, jangan dulu deh, belum lama dapet kerja…Sekarang gua mah milih seneng-seneng dulu, yah kayak sekarang jawab Asep mencoba diplomatis
Owwhh, iiya deh kalo gitu…Mas Jejen aja susah nyari alasan ke sini sekarang, ceweknya rada posesif katanya ujar Dinda Iiya sih emang lebih enak jadi single di pesta ini, gak ada beban hehe

Mendengar kalimat terakhir Dinda barusan, Asep merasa inilah waktunya. Dia ingin mendengar dari mulut Dinda sendiri bagaimana ceritanya dia bisa terseret pesta gila ini. Dan apa yang Dinda pikirkan sehingga dia rela dijamah oleh pria lain seenaknya di belakang pacarnya. Asep sebenarnya tak ingin mengangkat tema berat ini, bisa jadi Dinda enggan menjawab dan suasana jadi tidak enak ditanya seperti itu. Tapi Asep benar-benar ingin tahu, dan dia harus mengambil resiko.
Oke, Asep mengambil keputusan. Dia menarik nafas dan…

TULULULULULUUUT
HP Dinda berdering, menandakan panggilan masuk
Oh, si Anto lagi gumam Dinda melihat layar HP-nya
Haahhhhh… Asep menghela nafas kecewa. Hilang sudah kesempatannya. Sudahlah, mungkin lain kali saja pikirnya. Asep berdiri, hendak meninggalkan Dinda dengan pacarnya di telepon.
Sep, jangan pergi pinta Dinda tiba-tiba, sambil memegang tangan Asep
Lho?

Temenin atuh, sepi di sini hehe
N..Ntar gangguin teleponnya…
Nggak, Asep tinggal duduk aja temenin aku
Bingung, Asep kembali duduk di samping Dinda. Barulah Dinda menerima panggilan pacarnya.
Halo yang, kenapa tadi teh? Gak ada sinyal? Haha, masa di Bandung gak ada sinyal sih
Asep tak bisa berbuat apa-apa selain memandangi wajah Dinda yang tampak begitu ceria mengobrol dengan pacarnya jauh di kota lain.

Segitunya di gunung sampe gak ada sinyal, di sini full lhooo…Apa? Sinyal cinta? Ah gombal!
Antara cemburu dan salah tingkah, Asep hanya bisa garuk-garuk kepala sambil bengong memandang halaman…Hingga dirasakannya sebuah tangan halus mulus menggenggam batangnya.
Eh!? Asep terhenyak ketika menyadari Dinda tiba-tiba mengocok kontolnya dengan pelan. Asep memandang Dinda tapi gadis itu masih terus mengoceh di telepon sambil memandang lurus ke depan, tak melirik ke Asep sedikit pun.

Dikocok tangan halus seorang gadis cantik yang sedang bugil di sebelahnya, kontan senjata Asep langsung mengeras. Dan Dinda terus mengocok kontol Asep dengan cueknya sambil menelepon.
Hm? Aku lagi ngapain? Mmmm…Aku lagi ngocok… sekilas Dinda melirik Asep dengan ekspresi nakal
Iih ngocok adonan atuh, kan kita lagi masak hahaha…Ai kamu jorok wae ih pikirannya Dinda tertawa sambil kembali menatap ke arah Asep sambil memeletkan lidah seolah mengatakan kena deh si Anto aku kibulin.
Asep hanya bisa nyengir, berpura-pura senang jadi bagian permainan Dinda menggoda pacarnya. Dan Asep semakin salah tingkah ketika Dinda dengan santainya bersandar di badan Asep, masih sambil mengocok kontol di satu tangan dan bertelepon ria di tangan lain.

Ya atuh kamu ngocok sendiri we di sana…Gak bisa karena banyak orang? Hahaha, nasib nasib….
Dinda menyandarkan kepalanya yang masih tertutup jilbab di dada Asep. Matanya memandang ke arah kontol Asep yang masih dia kocok , sambil bercengkrama dengan pacarnya di telepon tanpa rasa bersalah.
Ini sebenarnya momen yang Asep bisa nikmati. Duduk berdua jauh dari yang lain, dengan Dinda di dadanya…Tapi tentunya tanpa pacar Dinda di telepon. Kalo gini apa bedanya gua sama bantal buat Dinda, batin Asep.

Kesal hanya dijadikan mainan Dinda untuk menggoda pacarnya, Asep mengambil inisiatif. Tangannya yang dari tadi memeluk pinggang Dinda dengan kikuk sekarang mulai beraksi merayapi tubuh Dinda. Gadis itu perlahan mulai bereaksi, tubuhnya menggelinjang dan mendesah pelan walaupun tidak terlalu kentara buat yang di ujung telepon sana.
Tangan Asep akhirnya bermuara di salah satu payudara Dinda. Perlahan diremasnya bulatan empuk itu dan jari Asep menggesek tonjolan keras di puncak susu Dinda.
Ahhh…Shhhhh! tak ayal Dinda pun mendesah dan mendesis keras menikmati puting susunya yang sedang dirangsang Asep

Hmm? Oh aku kepedesan nih lagi nyobain masakan…Shhhh…Hahhh…Kebanyakan cabe….
Dinda terpejam menahan nikmat ketika Asep semakin giat mempermainkan puting imutnya
Mmmhh? Kayak lagi horny? Ih kamu teh jorok terus pikirannya…. Dinda yang keenakkan semakin meracau, Asep berharap Anto cukup bodoh tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Suara aku bikin horny? Dasaaarrr…Udah ngocok sana sendiri hhahahahhhhh… bahkan tawa Dinda pun sudah bercampur desahan nikmat

Apa? Minta dibantuin? Ih dasar…Ya iya dehh… tiba-tiba Dinda menghentikan kocokannya di kontol Asep, lalu berdiri melepas tubuhnya dari pelukan Asep.
Ya udah aku ke kamar yaa, gak enak sama yang lain Dinda menoleh ke arah Asep sambil menaruh telunjuk di depan bibir, memberi tanda jangan berisik.
Asep hanya bisa mengangguk walaupun bingung. Sekarang Dinda berlutut di depan Asep, dengan wajah manisnya persis didepan selangkangan Asep.

Aku udah di kamar nih…Aku udah bawa, mmm, timun nih, pura-puranya titit kamu ayang hehehe Dinda menggoda pacarnya sambil kembali mengocok timun Asep di depannya.
Apa? Modal dikit pake dildo? Yee kamu dong yang beliin…Udah nih timunnya lagi aku kocokin…Kamu lagi ngocok di sana juga sayang?
Asep lagi-lagi tak bisa berbuat apa-apa selain hanya bisa memandang Dinda. Yang sekarang memasang ekspresi luar biasa binal.
Hmm? Mau dijilat? Mau dikenyot? Iiya, bentar atuh sayang…Mmmhhh Slurrppp seperti yang dikatakannya,

Dinda mulai menjiati dan mengulum timun Asep. Awalnya hanya di ujung lalu perlahan semakin ke pangkal. Asep mulai terbiasa dengan pemandangan kepala berjilbab yang maju mundur di selangkangannya, tapi kali ini ditambah sambil menelepon. Ada-ada saja pengalaman baru Asep dalam dua hari ini.
Sementara suara seruputan dan decakan mulut Dinda sengaja dikeraskan gadis itu agar terdengar di telepon.
Slurrpppshhhtttt…Slurrpppppp..Cleppakk-cleppaakk liur Dinda terus mengalir deras membasahi timun enak di mulut mungilnya
Enwk nywpngnnn kwnttll kmmu ywwnggg Dinda semakin menggoda pacarnya dengan menggumam tak jelas dengan mulutnya yang dipenuhi kon ups, timun.

Setelah beberapa menit akhirnya Puahh! Dinda melepas timun sakti Asep dari mulutnya Gimana sayang? Enak ngebayangin aku nyepong timun? Hehe iyah aku juga ngebayangin nyepong kontol beneran
Situasi absurd tapi menggairahkan ini benar-benar baru buat Asep. Hati Asep merasa tidak enak pada Anto. Dia pikir, bagaimana rasanya kalau dia di posisi Anto sekarang. Tapi tak bisa dipungkiri, permainan ini begitu nikmat dan membangkitkan birahi. Kepala Asep sudah mumet dan tidak kuat berpikir lagi. Pikirnya, toh Dinda ini yang mulai; mending bantuin aja sebagai teman yang baik.

Mmm? Apaan sih? Masukin timunnya ke memek aku? Iih nakal ah kamu mah!
Gulp. Asep menelan ludah. Dia tahu yang akan terjadi. Dinda memandang Asep sambil tersenyum binal, seakan memberi kode. Asep hanya bisa mengangguk dan nyengir terpaksa.
Ya udaaah…Aku juga udah basah nih, banjir gini…Masukin yah… Dinda berdiri dan membelakangi Asep. Bersiap untuk menduduki pangkuan Asep.

Hmmhh? Segede apaahh? Gedean dikit dari punya kamu sayaaang…Cemburu yahh sama timun? ucapan Dinda semakin lama semakin binal dan manja. Asep membatin apa memang biasa seperti ini gaya pacaran Dinda-Anto atau karena Dinda sedang terbawa suasana pesta gila ini.
Udah digesek di bibir nih ujung timunnyaahhh…Masukin gak nih yang? Kamu juga kan suka godain aku digesek terus gak dimasuk-masukinnnhhhhh…
Mendengar langsung detil kebiasaan bercinta mereka sudah pasti Asep cemburu, tapi dia bersikap cool saja.

Walaupun sekarang Anto yang digoda Dinda dan Asep hanyalah sebuah timun, faktanya kontol Asep lah yang sekarang menggesek bibir memek Dinda sekarang, bukan Anto.
Sori bro, tapi kontol gua yang di bibir memek cewek lo sekarang, pikir Asep. Biarlah saat ini dia hanya dianggap sekedar jadi timun buat mereka.

BLESH! kepala kontol Asep yang seperti jamur mulai masuk membelah memek Dinda. Membuat gadis berkerudung itu mendesah nikmat, seerotis mungkin untuk menggoda pacarnya nun jauh di sana.
Nnngggahhh…Udah masuk yangggg…Iiyah ujungnyaahhh…Masukin semua yahhh?
ZLEBB! kontol Asep semakin masuk ke dalam lubang senggama Dinda. Tidak seperti biasanya memek Dinda terasa lebih basah dan mencengkram, mungkin gadis itu sudah horny berat pikir Asep.

Ahh mentok nihh yanghhh…Mentok di memek akuu…Mau di gerakin? Yakiiinnn? Heheheee… goda Dinda setelah kontol Asep menerobos seluruhnya. Asep si pemilik timun sangat jelas mendengar godaan Dinda yang menggairahkan itu sambil disuguhi pemandangan punggung mulus dan pantat sekal Dinda di depannya.

Mau cepet apa lambat? Barengin yah tempo ngocoknyahhh… dengan nakal Dinda meliukkan pinggulnya sehingga tubuhnya terangkat. Setelah setengah kontol Asep tercabut, Dinda menurunkan tubuhnya lagi, dengan liukan pinggul yang sungguh binal. Asep merasakan persetubuhan ini begitu nikmat, rayuan nakal Dinda walapun bukan ditujukan untuk dirinya, desahan Dinda yang begitu erotis, dan cengkraman memek Dinda yang lain dari biasanya. Mungkin saat ini Asep adalah timun paling bahagia di dunia.

Goyangan tubuh Dinda di atas pangkuan Asep semakin lama semakin cepat.
Nih yang aku cepetin nihhh…Ahh mamah enak banget dientotin kamu yaaanggg
Dengan nakal Dinda mengarahkan HPnya ke arah selangkangannya tempat timun Asep menghujam kemaluannya. Suara gesekan kontol dengan cairan memek Dinda yang sudah membanjir tentu terdengar jelas lewat telepon sekalipun.

Kedengeran gak yanghh? Iiya itu suara memek aku dijebol kontol kamuhhh…Ahhh…Appaahh? Susu? Iiya yangh, aku pengen kamu ngremes susu aku, nyubitin pentil akuuu tangan Dinda mengarahkan tangan Asep ke dadanya. Dengan sigap Asep kembali meremas kedua payudara Dinda dan mempermainkan putingnya.
Ahhh enak banget tangan kamu di pentil aku yanghhh…Hmmhhh…Bisa nyampe akuhhh…Urgghhh
Gerakan tubuh Dinda semakin cepat, Asep bisa melihat punggung gadis itu berkilat oleh keringat walaupun mereka sedang di teras luar larut malam.

Apa yanghh? Kamu mau keluaaar? Barengin yaaa, aku juga bentar lagiihhh…Nih aku cepetiiinn! sesuai ucapannya Dinda memompa tubuhnya dengan ritme lebih cepat dan tusukan pendek seperti mesin jahit.
Appaahh? Keluarin di dalemm? Sok ajahh atuhh…Crot di memek akuhh…Ntar aku hamil lhoo…Gak papa? Iyahhh kalo aku hamil nanti aku jadi semok, jadi empuk dipegangnyah, susu aku tambah gede, bisa disedottt keluar susuuu…Ahh bentar lagi yanghhhh!
Racauan Dinda tadi untuk Anto, tapi Asep tak peduli. Lebih baik buatnya untuk menganggap rayuan Dinda tadi adalah untuk dirinya. Jadi Asep akan memberi Dinda hadiah di rahimnya. Servis tambahan dari sang timun.

Ahhh ahhh ahhhh yangh aku mau nyampeee…Ahhhhh…Oohhhh! Dinda memekik dan memekik lagi ketika orgasmenya dan semburan peju Asep di lubang kelaminnya datang susul menyusul. Membuat orgasme yang dinikmati gadis berjilbab itu berlipat ganda.
Asep yang juga merasa nikmat luar biasa mengerang tertahan agar tidak sampai terdengar dan dicurigai Anto saat ejakulasi.
Ghhhrghhhh….. Asep mencoba menahan suaranya

Hahhh…hahhh… Dinda terduduk lemas di pangkuan Asep, sesekali tubuh rampingnya tersentak-sentak saat sisa-sisa orgasme menderanya.
Dengan lemas Dinda menaruh kembali HP di telinganya.
Haloo Yang…Kamu teh maasih di situ? Iiya aku keluar tadiii…Enak banget sumpaahhhh…Apahh? Aku keras banget jeritnyaahhh? Mmmh abis enak banget yanghhh…
Dinda menghela nafas sebelum melanjutkan phone sex-nya

Hmm? Kamu juga keluar? Banyak banget gak yanghh? Uwhhh, bersihin ah, ntar bau peju kamarnya hehehe…Aku juga penuh banget nih sama yang kentel-kentel anget…
Apa? Yee nggak lah yang, aku ngebayangin pejuh kamu menuhin memek akuuhhh…Masa timun bisa ngecret sih, dasar Antohod! Dinda menoleh ke arah Asep dan kembali memberi tanda sssst dengan telunjuk di depan bibirnya sambil tersenyum. Asep hanya bisa membalas dengan senyum lemah.

PLOPP! Dinda berdiri sehingga kontol Asep yang sudah lemas keluar dari memeknya yang dipenuhi berbagai cairan.

Udah ah yangh bersihin itu pejuhnyaa…Aku juga mau bebersih nih memek…Iih udah ah aku mau bobo, besok sore kan pulang jadi besok biar full aku gak mau bangun terlalu siang. Ya udah yah…
Asep menyusul berdiri dan merenggangkan badannya yang walaupun dari tadi hanya duduk terasa lelah.
Iiya, tidur sana atuh, hehe love you…Mmuach! Dinda menutup telepon
Setelah itu tiba-tiba Dinda tertawa terpingkal-pingkal, membuat Asep bingung
Ahahahahahahhhhh…Ampun deh gak ngeh dia aku kibulin hahahahahaha! Dinda mengekspresikan tawanya dengan memukul-mukul tangan Asep yang hanya diam mematung. Jadi memang tadi Asep hanyalah alat dari permainan Dinda, tak ada bedanya dengan vibrator Reza yang sekarang sedang mengaduk-aduk lubang Eci. Tapi yah masih mending daripada jadi Anto yang jadi korbannya.
Euhhh tadi maaf ya crot di dalem gak bilang-bilang…

Hmm? Gak papa kali, malah enak banget jadinya tadi…Ah makasih yah Sep udah bantuin ngegombalin si Anto hehehe

Oooh, gak masalah. Kalo cuman jadi timun mah gampang atuh ujar Asep dengan senyum dipaksa
Hahah iiya makasih timunnya ya Sep, mending itu daripada vibratornya si Reza. Kapan-kapan aku pinjam lagi ya hihi..

Owh boleh boleh kapan aja, tinggal bilang tukas Asep dengan cool padahal dalam hati dia berkata ya jadi cewek gua aja atuh biar bisa make nih timun tiap hari.
Udah ah aku mau tidur, biar besok bangun pagi dan full seneng-senengnya! Daah Sep!
Dinda pun berjalan ke arah pintu dengan santai meninggalkan Asep sendirian. Cukup lama Asep termenung di sana, memikirkan kegilaan barusan. Tadi sore dia tidak bisa menjawab pertanyaan Dita, tentang apa pandangan Asep terhadap kebinalan Dinda. Sekarang, Asep masih belum bisa menemukan jawabannya. Malah semakin bingung.

Mumet, akhirnya Asep menyusul masuk ke dalam. Di sana, hukuman buat Eci masih berlanjut. Gadis mungil itu terus menggelinjang hebat dengan berbagai mesin menempel di tubuhnya. Sementara Irma sekarang sedang digarap Jejen, yang keduanya terus menggoda Eci yang birahinya sudah titik kritis tapi tak bisa mendapat kontol asli dan harus puas dengan mesin. Reza sudah tepar di karpet, sedangkan Ari masih memegang kendali dari alat-alat di tubuh Eci. Asep melihat wajah Eci belepotan air mani. Entah punya siapa saja, mungkin milik tiga orang tadi karena sewaktu lomba tebak kontol mereka memang belum sempat keluar. Dan sekarang dengan tega semuanya ditumpahkan di wajah Eci yang tak berdaya.
Dita menonton itu semua dari sofa agak jauh dari yang lain, dan begitu melihat Asep masuk, Dita langsung menghampirinya.

Mas Asep selamat yaa sambut Dita setengah berbisik
Maksudnya apa mbak?
Tadi dapet momen berdua sama Dinda akhirnya
Owh…Dinda cerita mbak?

Tadi dia lewat sini terus bilang ke aku, katanya pejuh Mas Asep banyak banget sampe ngalir keluar dari memek dia jelas Dita
Hehe, yah gitulah mbak, lumayan
Iih jangan cengengesan aja Mas Asep, ceritain gimana
Yaahhhh…Sebenernya sih bisa jadi momen indah mbak. Cuman sayangnya…
Kenapa?
Sayah cuman kebagian jadi timun
Hah? Timun?

Asep berlalu ke arah kamar meninggalkan Dita yang melongo.

Bersambung ke Part 4

This Post Has Been Viewed 1,602 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *