Agen Poker Online

Cerita Dewasa Seks Dengan Gadis Pecandu Seks yang Sangat Puas

 Agen Poker Online

Agen Judi Online – Di Solo aku menjadi pengangguran. Tiap hari dimarahi oleh orang tuaku. Dalam hatiku, aku
ingin sekali berubah dan melanjutkan studiku kembali. Kusampaikan keinginanku dan kedua
orang tuaku menerimanya. Mereka mengusulkan agar aku kuliah saja di UKSW Salatiga karena
dekat dengan Solo.

Akhirnya aku kuliah di Salatiga, kota kecil yang sepi. Kehidupan Jakarta yang ramai dan
ceria berubah menjadi suram dan sepi. Tapi apa mau dikata, aku harus mengembalikan
kepercayaan orang tuaku. Aku mengambil jurusan Pariwisata atau setara dengan D2. Aku
disana mempunyai pacar sebut saja namanya Susi, anak Semarang.

Kadang-kadang rasa sepi menghantui diriku. Kehidupan kota metropolitan yang serba nikmat
membuatku ketagihan. Kadang aku ke diskotik di kota Solo, Legend atau Nirwana dan tripping
di sana. Susi tentu saja tidak mengetahuinya karena aku selalu pergi setelah kosnya tutup.
Pada hari Selasa, aku pergi ke Solo setelah kos Susi tutup. Sudah lama aku tidak trip.
Kulihat banyak juga anak Salatiga yang juga tripping di sana. Aku juga “neken”, obatnya
waktu itu Pink Love kalo tidak salah. Memang benar-benar nikmat obat itu.

Agen Poker Online – Nah, pada saat aku asyik trip, ada seorang cewek di sebelahku yang juga triping. Usianya
sekitar 25 tahunan, tubuhnya seksi luar biasa. Kaos yang dipakainya tidak dapat
menyembunyikan kebesaran buah dadanya ditambah lagi pantat yang seksi, yang terus
bergoyang sensual mengikuti irama house music. Aku cuek saja, mencoba menikmati obatku.
Tiba-tiba saja dia terhuyung-huyung dan hampir menjatuhi aku. Aku segera menangkapnya dan
langsung BT. Sialan! Kulihat raut wajahnya pucat pasi dan nafasnya memburu. Nih, cewek
pasti over dosis! Kulihat di mejanya ada dua gelas Long Island. Kulihat keadaannya agak
gawat. Kupapah dia keluar diskotik dan kumasukkan ke mobilku. Aku segera melarikan mobilku
ke Rumah Sakit.

“Eh… jangan ke Rumah Sakit… jangan!” begitu rintihnya ketika dia mengetahui bahwa aku
menuju ke RS.

“Terus ke mana, kamu kan OD! Minum berapa sih?”
“Pertamanya cuma 2 tapi disodok lagi 1 sama temenku terus ditambahin Long Island.” Aku
berpikir nih cewek pasti OD sekaligus mabuk.
Setelah kubelikan susu, kami akhirnya malah jalan-jalan keliling Solo. Kami berkenalan,
dia bernama Santy.

“Kamu sering trip, San?” terus dia jawab
“Baru tiga kali.” Aku heran banget baru tiga kali dosisnya sudah segitu banyak.
“Kamu kuliah di Salatiga kan?” tanyanya.
Aku jawab, “Dari mana kamu tau?”

Agen DominoQQ Online – Dia jawab, “Siapa sih mahasiswa UKSW yang bawa…” katanya sambil menyebut merek mobilku.

Aku hanya tersenyum, memang di Salatiga cuma aku yang bawa jeep berkelas di kota sekecil
ini. Rada kampungan!

Dia sebenarnya datang bersama teman-temannya tapi entah kenapa teman-temannya malah pergi
ke Balekambang. Dia mengajakku langsung ke Salatiga sekalian pulang. Tak lama kemudian aku
sampai ke Salatiga. Dia hendak kuantar ke kosnya di Jalan Diponegoro. Tapi dia menolak
dengan alasan dia “on” lagi. Memang kurasakan tangannya kembali dingin dan tubuhnya
bergetar.

Agen BandarQ Online – Aduh… payah, nih! Dengan terpaksa aku ke kosku. Kasihan kalau dia masih “on”. Waktu itu
masih jam setengah 3. Begitu masuk ke kontrakanku, giginya sudah gemeretak tanda sudah
tinggi. Segera saja kuputarkan house music di kamarku. Dia menggerakkan kembali tubuhnya
dengan gerakan yang sensual dan merangsang birahi. Tapi aku cuek saja. Mau ereksi saja
susah! Aku juga merasa “on” lagi. Sambil bersandar di sofa, aku mulai menggelengkan
kepala.

Hentakan house music semakin meninggi, dia semakin gencar menggerakkan tubuhnya. Buah
dadanya yang menggunung bergoyang seperti kesetanan. Kaos ketatnya sudah basah oleh
keringat. Tiba-tiba saja Santy menjatuhkan tubuhnya serta merangkul tubuhku dan kurasakan
buah dadanya yang montok itu menggencet dadaku. Aduh… empuknya! lalu kubiarkankan saja,
sama-sama nikmat sih! Dan seketika juga kurasakan nafas Santy memburu dan mempererat
rangkulannya. Bagian bawah tubuhnya digeser-geserkan dengan nafsu. Sekali lagi aduh…
enaknya!

Tak disangka-sangka dia mencium bibirku dengan nafsu, aku sempat gelagapan. Tapi segera
kubalas dengan penuh nafsu pula. Entah kenapa, padahal aku sedang tidak mood! Tangannya
mulai meraba kemaluanku dan mulai diremas-remasnya. Aku pun mulai membalas meremas-remas
buah dadanya yang besar itu. Aku benar-benar merasakan kenikmatan surga dunia. Tapi
anehnya kemaluanku tetap saja tidak bereaksi. Santy melepaskan rangkulannya dan berlutut
sambil tangannya membuka paksa celana pendekku.

Dikocoknya kemaluanku dengan bernafsu.Aku
merasa geli sebab kemaluanku tidak berdiri. Aku bukan pertama kali ini senggama tapi baru
kali ini kurasakan hal yang aneh seperti ini.
Dengan penuh nafsu, dihisapnya kemaluanku dari batang kepala sampai batangnya. Aku merasa
terkejut dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tiba-tiba saja aku merasa detak
jantungku semakin menggebu, entah kenapa. Kulihat saja kepala Santy maju mundur menghisap
kemaluanku sambil kubelai-belai rambutnya yang disemir pirang. Usahanya mulai menampakkan
sedikit hasil.

Kemaluanku mulai bangkit secara perlahan. Dia melepaskan kaosnya dan tampaklah buah
dadanya yang terbungkus BH putih. Kemudian dia melepas BH-nya dan mataku langsung berbinar
melihat pemandangan seindah itu. Buah dada yang montok menggunung dengan bentuk yang bagus
dan puting susu yang kecil berwarna kemerah-merahan.

Judi Bola Indo

Kepala kemaluanku diusap-usapkan ke putingnya sambil terus dikocok-kocok batangnya. Aduh…
aku mulai merasakan kemaluanku betul-betul tegang. Aku merasakan detak jantungku semakin
menggila, mungkin darah dari jantungku terpompa ke kemaluanku. Dadaku rasanya kosong dan
deg-degan. Santy tersenyum kegirangan karena usahanya berhasil.

Dia bangkit dan melepas celana panjangnya. Aku menghempaskan tubuhku di kasur dan kulihat
kemaluanku mulai lemas lagi. Santy melepas juga celana dalam putihnya dan kulihat bulu
kemaluannya yang menghiasi lubang vaginanya tidak begitu banyak dan jarang-jarang.
Pantatnya yang putih dan seksi serta berisi terlihat jelas. Tubuhnya putih bersih dan
seksi bahkan kubilang terlalu seksi karena pantat dan buah dadanya besar sementara
pinggangnya kecil.

Karena melihat pemandangan seperti itu, kemaluanku bangkit kembali. Sambil tetap duduk di
sofa, digenggamnya kemaluanku dan digesek-gesekkan di pintu masuk lubangnya. Aku merasakan
kenikmatan yang luar biasa. Kemudian dimasukkannya kepala kemaluanku secara perlahan
kevaginanya. Aku hanya merem melek keenakan. Santy terus menaik-turunkan tubuhnya
sementara house music terus mengalun. Buah dadanya bergoyang mengikuti gerakan naik-turun
tubuhnya. Kutarik punggungnya hingga buah dadanya tepat berada di depan mulutku dan
langsung kulumat-lumat dan kuhisap-hisap.

Santy mendesah-desah keenakan. Dia terus
menduduki kemaluanku dan menggoyang-goyangkannya.
Setelah sekian lama dengan posisi naik kuda seperti itu, aku merubah posisiku di atas dan
dia di bawah. Langsung kugojlok kemaluanku sambil kupeluk dia erat-erat. Kuciumi sekujur
wajahnya, telinganya, hidungnya. Dadanya tergencet bulat dan hangat di dadaku. Kupacu
terus pantatku sampai aku merasa pegal semua. Keringatku terus mengucur dari seluruh
pori-poriku tapi aku tak peduli. Santy hanya meringis-ringis keenakan. Kami sudah tidak
mempedulikan keadaan sekitar. Suara dengusan dan rintihan bercampur menjadi satu.

Aku terus berjuang agar aku bisa mencapai puncak. Sudah tidak terhitung berapa kali batang
kemaluanku mengobel lubang vaginanya. Aku terus mengocok vaginanya sambil memegang kedua
belah kakinya. Aku harus tetap berkonsentrasi dengan memandang wajahnya sebab bila aku
menutup mataku sebentar saja maka segera kurasakan batang kemaluanku mengecil. Kadang-
kadang dengan posisi seperti itu, aku memegangi sepasang buah dadanya yang berayun. Santy
memintaku untuk menusuknya dari belakang, aku pun oke-oke saja.

Keinginanku untuk mencapai kenikmatan sudah menggebu-gebu. Langsung kumasukkan saja
kemaluanku dari belakang dan kumaju-mundurkan dengan agak kasar. Terus kukeluar-masukkan
sambil kupegangi pinggulnya. Dia hanya merintih dan mendesah saja sambil memegangi kedua
buah dadanya. Aku tanya kenapa dan dia jawab “Biar nggak kendor…” Aku gemas mendengar
jawabannya itu. Dari belakang kupegangi buah dadanya yang bergoyang mengikuti gerakan
pantatku. Saat itu tidak lagi kurasakan kenikmatan bersenggama tapi yang ada adalah
keinginan untuk mencapai klimaks.

Setelah beberapa saat, kami berganti posisi lagi. Kami bersenggama dengan posisi miring.
Agak susah memang karena ukuran kemaluanku tidak sepanjang milik orang-orang bule. Satu
kaki kuangkat dan begitu celah kewanitaannya merekah langsung kusumbat dengan
kejantananku. Aku mencium bibirnya dengan nafsu sambil terus kugoyangkan pantatku. Sampai
suatu saat aku benar-benar kelelahan dan kuhentikan gerakanku.

Santy yang menyadari hal itu dan merasakan kemaluanku mulai mengecil langsung mencabutnya
dan dikocoknya. “Jangan lemas dulu… dong! Aduh…!” Dia membimbingku duduk dan dia memaksa
kemaluanku untuk masuk ke vaginanya. Sambil duduk, dia yang menaik-turunkan pantatnya. Dia
memeluk tubuhku erat-erat sehingga wajahku tergencet buah dadanya. Aku merasa kemaluanku
bangkit kembali bahkan lebih perkasa. Kukonsentrasikan perhatianku.

Terpaksa cerita ini kusingkat sebab kami bertempur seperti kesetanan dan kalau diceritakan
akan panjang sekali. Fight to the death, man! Suatu saat aku merasakan bendunganku hampir
jebol, “San… San… aku mau keluar nih.. San… Santy…!” Begitu dia mendengar begitu, dia
langsung menggoyang-goyangkan pinggulnya “Ya… ya… keluarin saja… aku juga sudah capek!”
Dan jruooot… jrooot… Aku bergetar hebat ketika air maniku keluar. Sukmaku melayang ke
langit yang paling tinggi. Nyawaku seakan-akan dicabut dari tempatnya. Benar-benar dapat
dikatakan banjir karena banyak sekali. Mungkin ada 30 sendok makan. Air maniku seperti
ceret yang dituang ke cangkir, gluk… gluk… dan seperti berebutan keluar. Semua bagian
tubuhku lemas dan seperti mati rasa. Benar-benar nikmat, Santy hanya memejamkan mata
ketika air maniku membanjiri vaginanya.

Kami berdua segera berbaring kelelahan. Benar-benar suatu pengalaman yang menyakitkan.
Kulihat jamku sudah menunjukkan 5.30! Berarti kami bersetubuh hampir 3 jam. Setelah
pengaruh ecstasy mulai terasa habis, aku merasa kemaluanku perih dan sakit semua. Kulihat
batang dan kepalanya lecet-lecet dan luka. Dan kulihat juga vagina Santy memerah dan
seperti terbakar. Ternyata kami berdua terpengaruh ecstasy jenis yang sama, yang memang
mencegah ereksi tapi begitu sekali ereksi wah bisa tahan berjam-jam. Apalagi kata teman-
teman, Pink Love memang pada akhirnya menjurus ke arah sex.

Santy ketika kutanya bahkan mengaku orgasme sampai 15 kali dan itu bisa diaturnya.
Ejekulasi kalau lagi “on” amat berbeda rasanya. Enak dan nikmat dan lain sebagainya. Malam
itu benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Aku hampir seminggu sekali pasti trip
dengan Santy dan setelah pulang langsung bermain seks sampai pagi.

Dan semua itu berakibat fatal karena pada saat kami pertama kali bersetubuh spermaku
telanjur masuk sehingga pada akhirnya Santy hamil dan aku akhirnya mengawininya. Kuliahku
berhenti di tengah jalan padahal hanya kurang 1 semester. Papa dan mamaku sebenarnya tidak
setuju kalau aku mengawini Santy tapi apa mau dikata. Mereka mengatakan kalau Santy wanita
murahan, pelacur, perek dan lain sebagainya. Tapi aku yakin dia tidak seperti itu.

Dia memang pernah melakukan hubungan sex sebelumnya dengan pacar lamanya. Tapi yang paling
penting dia mengandung bayiku. Pil kecil itu pula yang membuyarkan semua cita-citaku dan
memutuskan hubunganku dengan Susi.

Sungguh hancur hati Susi ketika mendengar aku menghamili Santy. Sampai sekarang Susi tidak
mau bicara atau bertemu denganku. Aku merasa sedih sekali kalau mengingat masa lalu yang
indah dengannya. Saat kami berdua jalan-jalan di sepanjang jalan Diponegoro atau surfing
Internet bersama-sama. Ah… nggak mungkin hal tersebut terulang lagi.

This Post Has Been Viewed 117 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *