Agen Poker Online

Cerita Dewasa Tergoda Gadis SMA Nakal

Agen Poker Online – Kejadian ini terjadi kurang lebih 3 bukan yang lalu, hari sabtu tepatnya kira kira jam 13:15 Wib, cuaca saat itu mendung tapi kok gak turun hujan juga, saat ini aku kuliah di bandung, aku dari luar daerah, aku tinggal ngekost, bersama teman teman kuliah dan sekola sederajat.

Judi Bola Indo
Perkenalkan namaku Bayu, saat aku masuk dalam kost temanku berkata katanya “nanti teman SMU akan darang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut. Saat sedang santai menonton tv di kamar, kemudia temanku yang membawa teman SMUnya mengajak ke tempat kamarku yang berada di lantai atas.
Aku dikenalkan dengan perempuan tersebut dia bernama Acha, dikamar sekarang ada tiga aku, temanku dan Acha, kita ngobrol panjang lebar kesana kesini,ketawa ketawa sambil nonoton fil humor di tv. Tak lama ternyata waktu sudah menunjukan sore hari, teman kos saya kemudian pamit dulu sebentar untuk pergi ke tempat temanya, untuk ngasih tugas sekolah.
agen poker online
Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Acha. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Acha hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangatvital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Acha yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Acha mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung.
Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Acha pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku dengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata itu seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar
belum tertutup, Acha pun memintaku agar menutup pintu kamarku, entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes untuk membantah kata-katanya.
Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Acha langsung memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian kurebahkan Acha di kasur dan kami saling berciuman mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya Acha yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada tersebut… uih sepertinya empuk benar, biasanya aku paling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar terjadi di depan mataku saat ini.
Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Acha yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Acha hanya mendesah, “Aaahhh… aaahhh… uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Acha yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Acha untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Acha, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Acha yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat dada Acha yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Acha dan aku melihat celana hitam Acha yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.
Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Acha, dan Acha pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Acha pun tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Acha mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi…” ejek Acha sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Acha dan tampaklah kali ini Acha dalam keadaanbugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.
agen domino
Aku pandangi dengan seksama kemaluan Acha dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Acha. Aku pun mencoba mencium perut Acha dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Acha pun menghindari dan mengatakan, “Jangan dicium memeknya akh.. geliii…” Acha mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.
Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Acha, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Acha dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Acha. Eh, Acha berontak iiihhh… ge.. li..” ujar Acha. Tahu-tahu Acha mendorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih Acha doang yang bugil Bayunya tidak…?” ujar Acha sambil mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Acha inginkan.
Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Acha masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Acha mulai menurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Acha berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Acha memegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Acha, langsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Acha. “Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya…” ujarku polos. “Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujar Acha dengan nada tinggi.
Bandarkiu Online – Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Acha tanpa memasukkanya. “Begini aja ya…?” ujarku dengan nada polos. Acha hanya mengangguk dan begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Acha tanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Acha, aku hanya memegang kedua buah pantat Acha yang montok dan secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Acha, lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Acha dan Acha terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kaget dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak SMU perjakaku hilang.
Lama aku berpikir dan sedangkan Acha hanya naik-turun menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Acha, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok.. cplok… cplok…” Acha mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama kami berada di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di atas.akhirnya aku mencoba mendesak Acha agar dia mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Acha tanpa diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati. Tapi sayang tidak perawan.
Akhirnya kudorong lagi Acha agar dia tiduran telentang dan aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah selangkangan kemaluan Acha, makanya aku sambil memegang batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Acha dan “Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat “45″ tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku.
Dengan ganasnya dan cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan Acha dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan tersebut karena ternyata lubang kemaluan Acha telah banjir dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah itu spermanya Acha, apakah hanya pelumasnya saja? dan Acha berkata,
“Loe.. udah keluar ya…?” ujarnya.
“Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan nada ketus.
Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Acha dan aku ingin segera mencapai puncaknya. Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang kemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnya Acha, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam vaginanya aku pikir dia akan hamil,kan berabe.
Aku baru sekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malah disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Acha tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib, dan semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaan burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya mau menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru berusia 21 tahun saat ini. Aku nantikan keritik dan saran dengan apa yang terjadi denganku saat ini dan itu membuatku shock.
Tonton Videonya Di Sini >> FilemSeks.com & PilemBokep.com

This Post Has Been Viewed 70 Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *